Selasa, 09 Jun 2026 05:31 WIB

Begini Modus Pengiriman Ganja 12 Kg dari Aceh ke Sidoarjo

  • Penulis :
  • | Sabtu, 03 Mar 2018 00:00 WIB
Brigjen Pol Bambang Budi Santoso (kiri) dan AKBP Wisnu Chandra (kanan) saat membeberkan barang bukti ganja yang dikemas dalam kopi bubuk kemasan dan pistol yang disita
Brigjen Pol Bambang Budi Santoso (kiri) dan AKBP Wisnu Chandra (kanan) saat membeberkan barang bukti ganja yang dikemas dalam kopi bubuk kemasan dan pistol yang disita

jatimnow.com - Pengirim ganja dari Aceh ke Sidoarjo cukup cerdik. Mereka sukses mengelabui anjing pelacak, mesin x-Ray maupun petugas bandara sehingga ganja seberat 12 Kg bisa lolos pengiriman.

Kendati akhirnya ganja itu akhirnya berhasil diendus oleh BNNP Jatim. Ada strategi menarik yang dilakukan pengirim.

Pertama, pengirim mengemas ganja itu dalam kemasan satu kilogram. Setelah itu, mereka membeli kopi bubuk kemasan. Ganja disisipkan dalam kemasan satu kilogram. Kemudian sindikan antar pulau itu mengembalikan kemasan kopi bubuk yang telah dibuka seperti semula.

"Kemasan kopi bubuknya sangat rapi. Kami duga kuat kemasannya kembali dilaminasi. Ganjanya sama sekali tidak terlihat. Yang terlihat dari luar hanya kopi bubuknya saja," kata Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, Jumat (2/3/2018) malam.

Setelah dikemas ke dalam kopi bubuk kemasan, pengirim memasukkannya ke dalam dua kardus besar (dua koli). Masing-masing kardus berisi 6 kopi kemasan. Artinya, satu koli berisi 6 Kg ganja. Sehingga, total dua koli itu berisi 12 Kg ganja.

"Mereka kemudian menuju Bandara Kualanamo, Medan, Sumatera Utara untuk melakukan pengiriman lewat udara (penerbangan)," beber Bambang.

Lantas bagaimana ganja-ganja itu bisa lolos dari deteksi Bandara Kualanamo, bahkan juga lolos dari deteksi Bandara Internasional Juanda? Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra mengemukakan bahwa dari penyelidikan dan penelusuran selama satu bulan terakhir, aroma kopi tersebut memang difungsikan bandar untuk menyamarkan bau ganja.

"Sehingga ganja sulit terdeteksi oleh anjing pelacak," katanya.

Namun bagaimana pula, ganja-ganja itu lolos dari x-Ray kedua bandara tersebut? Menurut Wisnu, dari informasi yang digalinya di lapangan. Para bandar di Aceh, ternyata sudah hafal kapan waktu yang tepat memasukkan ganja itu ke bandara.

Para bandar ternyata hafal waktu sibuk bandara tersebut. Sebab jika bandara dalam keadaan penuh penumpang, mesin x-Ray di bandara akan memanas. Sehingga diduga sistem kerja x-Ray akan melemah dalam mendeteksi barang terlarang.

"Namun semua pihak sebenarnya telah mencurigai barang tersebut, termasuk teman-teman di bandara. Sehingga kami yang akhirnya melakukan tindak lanjut di lapangan. Alhamdulillah, ganja 12 Kg yang hampir saja akan beredar di Jawa Timur ini dapat kami gagalkan," pungkas Wisnu.

Ganja 12 Kg itu gagal beredar setelah BNNP Jatim melakukan penyergapan di Perum Cemandi, Sedati, Sidoarjo. Tiga orang yang terlibat jaringan pengedar ganja itu berhasil ditangkap. Dua diantaranya sepasang suami istri, M Wahyudi (36) dan Ayuk Selsi Handayani (23). Sedangka Machmud Aminullah (38), warga Bungurasih Tengah berperan mengambil paket di bandara.

Baca Juga: Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Kota, 4 Tersangka Diringkus

Selain mengamankan barang bukti ganja, BNNP Jatim juga berhasil menyita barang bukti lain yaitu satu pucuk senjata api merek Taurus berkaliber 22 MM, 4 buah HP dan 2 unit motor.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Budi Sugiharto

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.