Sabtu, 20 Jun 2026 23:01 WIB

Peneliti Ungkap Nyanyian Paus Bisa Deteksi Gempa Dasar Laut

Sekitar 380 paus pilot bersirip panjang ditemukan terdampar di pantai barat Tasmania, Australia (Foto: EPA via Republika)
Sekitar 380 paus pilot bersirip panjang ditemukan terdampar di pantai barat Tasmania, Australia (Foto: EPA via Republika)

jatimnow.com - Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh John Nabelek, profesor di Fakultas Ilmu Bumi, Laut dan Atmosfer di Universitas Negeri Oregon menunjukkan bahwa nyanyian paus sirip dapat digunakan untuk menghasilkan gambar seismik kerak samudera bumi.

Data ini secara praktis diduga bisa digunakan untuk mendeteksi gempa dasar laut.

Baca Juga: Riset Bocah SD Sidoarjo, Air Hujan dan Gelas Kertas Ternyata Berisi Plastik

"Data dari nyanyian ikan paus berguna tetapi tidak sepenuhnya menggantikan metode standar. Metode ini berguna untuk menyelidiki kerak samudera bumi di mana metode survei sains standar tidak tersedia," katanya dikutip dari newatlas, Selasa (16/2/2021).

Paus sirip adalah salah satu makhluk terbesar yang pernah menjelajahi bumi. Ukuran paus bisa mencapai 85 kaki (25,9 m) dan beratnya mencapai 74 ton. Namun, salah satu karakteristik yang lebih luar biasa dari cetacea ini adalah nyanyian jantan yang panjang dan keras yang termasuk di antara suara frekuensi terendah yang dihasilkan oleh makhluk mana pun.

"Lagu-lagu ini sangat tidak biasa sehingga ketika pertama kali terdeteksi, lagu-lagu tersebut dianggap berasal dari sistem sonar rahasia Soviet. Sekarang, tim telah menemukan bahwa mungkin ada kegunaan praktis dari lagu-lagu ini - praktis dari sudut pandang manusia," kata dia.

Ia menambahkan pelacakan paus sirip dengan nyanyian mereka adalah praktik yang mapan. Namun, studi bukti konsep baru menunjukkan bahwa lagu-lagu ini dapat diambil oleh seismograf laut yang mengumpulkan data tentang dasar laut dengan membandingkan sinyal akustik dari air dengan getaran seismik dari tanah.

Tim menemukan bahwa nyanyian paus sirip berinteraksi dengan dasar laut dipantulkan dan dibiaskan oleh sedimen dan batuan dasar. Ini dapat digunakan untuk mengukur ketebalan lapisan ini serta menyediakan data lain.

Penemuan ini didasarkan pada studi gempa bumi yang direkam dari 54 seismometer dasar laut yang ditempatkan di sepanjang patahan transformasi Blanco sekitar 100 mil (160 km) dari Cape Blanco di Pesisir Oregon. Data menunjukkan kalau sinyal seismik yang kuat berhubungan dengan nyanyian paus di daerah tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa Magister Teknik Sipil Untag Surabaya Unjuk Gigi di IPCCE 2025 ITB

Saat paus bernyanyi, sinyalnya dipantulkan oleh permukaan dan dasar laut. Ketika mereka bertemu yang terakhir, mereka berinteraksi dengan sedimen, lapisan basal di bawahnya dan kerak bawah gabbroic yang dibentuk oleh pendinginan magma jauh di dalam bumi.

Sinyal yang dipantulkan dan dibiaskan ini dapat direkam pada seismograf untuk membentuk gambar struktur kerak. Hal ini selanjutnya ditingkatkan dengan menggunakan tiga seismograf untuk melakukan pelacakan lokasi paus.

Menurutnya, menggunakan nyanyian ikan paus tidak hanya membantu untuk lebih memahami gempa dasar laut tetapi juga lebih mudah digunakan karena tidak seperti senapan angin yang digunakan untuk menghasilkan sinyal buatan, senjata ini non-invasif dan tidak diperlukan izin pemerintah.

"Langkah selanjutnya adalah menerapkan pembelajaran mesin untuk mengotomatiskan prosesnya nanti seperti apa," kata dia.

Baca Juga: Unitomo Rancang Perlindungan Hukum Remaja Pengguna PayLater, Regulasi Mendesak!

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.