Sabtu, 06 Jun 2026 16:22 WIB

Limbah Medis Naik Empat Kali Lipat di Masa Pandemi Covid-19

Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau pabrik pengelohan limbah medis B3 di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto
Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau pabrik pengelohan limbah medis B3 di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto

jatimnow.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) di Mojokerto, Selasa (16/2/2021).

PT PRIA merupakan pabrik pengelohan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Kapasitas bisa 1000 ton per jam karena ada dua mesin isinerator yang bekerjanya 24 jam dan dia (PT PRIA) bisa mengcover limbah medis seluruh wilayah Indonesia bagian timur," ujar Muhadjir.

Pantauan di lokasi, Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Manajer PT PRIA Mujiono, Sekda Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin meninjau tempat pengolahan limbah dengan memakai baju hazmat, bermasker, pelindung kepala dan kacamata.

Mantan Menteri Pendidikan itu menjelaskan, pada masa Pandemi Covid-19, ada kenaikan limbah medis sampai empat kali lipat dibanding sebelumnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Tadi saya sudah diskusi untuk memahami lebih jauh kira-kira apa saja hal-hal yang harus diperbaiki dalam kaitan limbah medis. Adanya wabah Covid-19 ini ada kenaikan empat kali lipat limbah medis dibanding sebelumnya," bebernya.

Menurut Muhadjir, harus ada pemikiran serius dalam pengolahan limbah medis dan memberikan kemudahan pendirian pabrik pengelohan limbah medis.

"Kalau pengolahan limbah ini tidak banyak dan pendiriannya tidak dipermudah, kita khawatir nanti limbah-limbah medis dibuang begitu saja tanpa ada tanggungjawab," terangnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Masih kata Muhadjir, di wilayah-wilayah terpencil juga harus ada mesin pengolahan limbah medis sendiri dan tidak harus jauh-jauh.

"Kalau jauh cukup beresiko. Apalagi ada ketentuan bahwa 24 jam pabrik ini harus sudah mengolah limbah yang datang. Kalau nanti sampai melebihi kapasitas kita khawatirkan tidak optimal penanganannya. Ini adalah perusahaan pengolahan yang representatif menurut saya, kapasitas besar, pengelolanya sangat profesional dan tingkat keamanan sangat diperhatikan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.