Kamis, 18 Jun 2026 02:38 WIB

Pandemi Covid-19, Penjual Peti Mati di Ponorogo Kehabisan Stok

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 14 Feb 2021 16:37 WIB

jatimnow.com - Permintaan peti mati di Ponorogo meningkat di masa Pandemi Covid-19. Bahkan, penjual mengaku sempat kehabisan stok peti mati karena tingginya angka kematian di Bumi Reog.

"Permintaan peti mati selama Pandemi Covid-19 ini sangat tinggi," kata salah satu penjual peti mati, Basuki, Minggu (14/2/2021).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Keniten, Ponorogo, Basuki menyebut jika dalam sepekan ada 18 peti mati terjual. Ia menyebut, kondisi itu berbanding terbalik sebelum Pandemi Covid-19.

"Kalau sebelum pandemi dulu, satu bulan belum tentu terjual satu peti. Tapi pandemi ini kita selalu kehabisan stok," ujar dia.

Meski permintaan sedang tinggi, Basuki harga peti mati ditempatnya tidak akan berubah. Yaitu mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.

"Kalau sekarang yang paling laku adalah yang paling murah yaitu Rp 500 ribu," jelasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menurutnya, ia mendatangkan peti mati dari Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Jika sebelum pandemi untuk mendatangkan peti ini mudah, tapi sekarang karena permintaannya tinggi maka terkadang dirinya tidak mendapatkan kiriman.

"Seperti sekarang ini. Saya pesan sejak tiga Minggu yang lalu, tetapi sampai sekarang belum datang," lanjutnya.

Rumah sakit yang menjadi langganan dirinya untuk memesan peti mati karena kehabisan, akhirnya banyak yang membuat secara darurat.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Papan kayu dipaku hingga berbentuk peti mati," jelasnya.

Meski permintaan peti mati tinggi, ia berharap agar Pandemi Covid-19 segera berakhir dan semuanya kembali normal.

"Saya berharap Pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.