Senin, 15 Jun 2026 08:48 WIB

Tempat Tinggal Difabel di Indonesia Bakal Ditempeli Stiker Khusus

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) dalam kungjungannya ke Kabupaten Mojokerto, Jumat (5/2/2021) - Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com
Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) dalam kungjungannya ke Kabupaten Mojokerto, Jumat (5/2/2021) - Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com

jatimnow.com - Setiap rumah yang ditempati penyandang disabilitas akan dipasangi stiker khusus. Itu dilakukan untuk mencegah para kaum difabel menjadi korban bila bencana terjadi.

Hal itu disampaikan Menteri Sosial Tri Rismaharini (Mensos Risma) saat meresmikan Milenial Koffie di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang dikelola oleh dua orang mantan anak jalanan.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Dalam peresmian tersebut, Risma didampingi Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan dan Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.

"Saya akan membuat edaran untuk seluruh daerah. Kemarin saya sudah rapatkan dengan Staf Khusus Presiden yang menangani disabilitas," ujar Risma, Jumat (5/2/2021).

Menurutnya, penandaan itu sangat penting bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Dengan stiker itu, maka orang tidak akan lupa.

Baca Juga: Lewat Sentuhan Magisnya, Evangeline Santoso Ubah Keterbatasan Jadi Kekuatan

"Memang ada yang tidak suka edaran saya, misalkan diberi tanda bahwa ada lansia, ada yang orang sakit dan disabilitas lain. Ini penting kalau terjadi bencana maka orang tidak lupa kalau ada tanda itu dan mencari," tuturnya.

"Saya masih cek yang di Pasuruan ini yang meninggal dua orang, lansia umur 70 tahun dan seorang anak. Saya akan cek kenapa anak ini sampai menjadi korban," tambah Risma.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Mantan wali kota Surabaya dua periode ini menjelaskan, untuk tanda yang akan ditempel itu seperti stiker khusus.

"Saya masih diskusikan terus, supaya ke depan kita para tetangga ingat, biar cepat ditolong. Ini sedang kita godok supaya hal-hal seperti itu bisa dihindarkan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.