Selasa, 09 Jun 2026 02:29 WIB

Waspada! Begini Ciri-ciri Paham Radikal Versi Polisi

  • Penulis :
  • | Kamis, 31 Mei 2018 20:30 WIB
Jenderal Tito Karnavian didampingi oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Kapolrestabes Kombes Pol Rudi Setiawan saat di Mapolrestabes Surabaya
Jenderal Tito Karnavian didampingi oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Kapolrestabes Kombes Pol Rudi Setiawan saat di Mapolrestabes Surabaya

jatimnow.com - Pascaledakan bom di Surabaya, banyak pelajaran penting yang bisa dipetik. Mengingat, kota seindah dan se-prural Surabaya, ternyata tidak luput dari ancaman teroris.

Paham terorisme dianggap fenomena gunung es yang mengakar kuat didalam dan hanya sedikit nampak di permukaan.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat memberikan sambutan dalam rangka Safari Ramadhan Panglima TNI dan Kapolri bersama Forkompida, Tokoh Agama dan Prajurit TNI-Polri di Wilayah Kerja Provinsi Jawa Timur, di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (31/5/2018) petang.

"Banyak pelajaran penting yang bisa kita dapat pascaledakan bom kemarin," sebut Tito.

Poin pertama yang dimaksud Tito yaitu, ternyata kota seindah Surabaya, tidak lepas dari ancaman terorisme. Yang kedua, teroris di Surabaya, ternyata melibatkan keluarga dan anak-anak aksi bom bunuh diri yang dilakukannya.

"Jadi, ini bukan hanya soal menangkap dan mengungkap jaringannya (teroris) saja," tegas Tito.

Namun, lanjut Tito, paham radikal yang berujung terorisme ini merupakan fenomena gunung es yang harus diangkat (dikupas) hingga ke sumbernya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Artinya, langkah menangkap dan mengungkap jaringannya, sama halnya memotong bagian atas gunung es saja," ungkapnya.

"Apa pertanyaan pentingnya?" tanya Tito. Menurutnya, mengapa itu terjadi dan bagaimana mengatasi agar ke depan tidak terjadi lagi? Dirinya menyampaikan bahwa semua pihak harus memberantas ideologi, paham, mainset radikalisme yang selama ini berkembang.

Nah, dari hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan kepolisian, ideologi itu berkembang karena para penyebar ideologi berkomunikasi, menyebarkan serta belajar melalui media sosial.

"Meskipun pasukan-pasukan cyber kita sudah membendung, kami (Polri-TNI) tetap harus dibantu dan didukung semua pihak," ulasnya.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Untuk itulah, Tito berharap agar pemerintah dan masyarakat aktif berkumpul untuk memerangi paham-paham radikal yang muncul di masyarakat.

"Saya juga sudah perintahkan kepada semua Kapolda, Kapolres serta jajaran untuk aktif melakukan monitoring bersama 3 pilar. Sehingga faham radikal bisa kita babat habis sampai akar rumputnya," tandas Tito.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto






Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.