Selasa, 16 Jun 2026 02:33 WIB

PSBB Jawa-Bali Diperketat, Pembatasan Baru di Surabaya Segera Dibahas

Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana

jatimnow.com - Pemerintah memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa dan Bali dengan kriteria pembatasan kegiatan pada masyarakat menyusul berkembangnya kasus Covid-19 di Indonesia. PSBB salah satunya diterapkan di Surabaya.

Namun, PSBB kali ini bukan pelarangan. Pembatasan dilakukan mulai 11 hingga 25 Januari 2021. Dalam kriteria terbaru PSBB ini mengatur, di antaranya pembatasan kerja dengan WFH 75�n pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00 Wib.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Kebijakan pemerintah pusat itu direspon Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Dia menyebut, pembatasan ini bukan seperti PSBB sebelumnya, tetapi mendekati PSBB.

Whisnu mengaku mendapat kabar keputusan pemerintah pusat itu setelah ditelepon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

"Bahwa akan ada pembatasan 75 persen WFH. Artinya bukan PSBB seperti dulu, tapi hampir mendekati PSBB. Ini sebetulnya Surabaya juga harusnya kita berteriak. Bagaimanapun ini keputusan besar. Kita harus antisipasi," ujar Whisnu, Rabu (6/1/2021).

Baca juga:  Pemerintah Kembali Perketat PSBB di Jawa dan Bali

Whisnu juga mengaku akan segera melakukan rapat internal dengan Satgas Covid-19 dan dinas terkait. Sebab menurutnya, kebijakan pemerintah pusat ini tidak hanya terkait Covid-19 saja.

"Karena ini akan bicara lebih luas, tidak hanya masalah Covid kalau sudah pembatasan 75 persen," jelasnya.

Menurut Whisnu, perekonomian Surabaya sudah mulai beranjak naik. Daya beli masyarakat sudah mulai tumbuh. Masyarakat juga sudah mulai menerima keadaan ini.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Sehingga, lanjutnya, dengan adanya pembatasan dengan skala 75% tersebut, semuanya harus dipikirkan secara matang.

"Kesiapan kita terutama bagaimana nanti yang terdampak lagi. Jadi pasti banyak warga yang dirumahkan, karena 75 persen berkantor, bagaimana gajinya dipotong 75 persen," ungkap Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini.

Whisnu menambahkan, masyarakat yang terdampak kebijakan baru tersebut juga harus diperhitungkan.

"Seperti bagaimana kemampuan Pemkot Surabaya untuk memberikan bantuan, khususnya bantuan nontunai untuk kehidupan masyarakat yang terdampak. Maka perlu dihitung secara global," ulasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Juga, geliat ekonomi masyarakat seperti warung-warung, rumah makan yang akan terdampak.

"Kemudian kegiatan sosial juga tidak boleh. Ini akan berdampak lebih panjang lagi. Tidak hanya bicara kegiatan sosial. Kemarin-kemarin pernikahan sudah mulai ada, artinya catering sudah mulai tumbuh, persewaan ada yang nyewa itu sudah mulai muncul lagi," tambahnya.

Untuk itu, Whisnu masih belum bisa berkomentar lebih banyak lantaran harus dipikirkan lebih luas lagi. Sebab penanganannya tidak hanya protokol kesehatan saja, melainkan roda ekonomi yang tetap harus bergulir.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.