Sabtu, 20 Jun 2026 13:02 WIB

Produsen Tempe Probolinggo Bertahan di Tengah Naiknya Harga Kedelai

Salah satu produsen tempe di Kota Probolinggo
Salah satu produsen tempe di Kota Probolinggo

jatimnow.com - Harga kedelai di Kota Probolonggo naik dari Rp 7.500 menjadi Rp 9.400 per kilogramnya. Para pengusaha tempe di kota ini harus memutar otak untak mencegah kerugian.

Salah satu pengusaha tempe di Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Nur Halid (42) mengatakan, naiknya harga kedelai mulai dirasakan jelang Natal 2020.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Meski begitu, Nur Halid tak berhenti memproduksi tempe yang sudah menjadi mata pencaharian keluarganya selama bertahun-tahun. Hanya saja dia mengurangi ukuran tempe yang dijualnya.

"Seharusnya dalam satu plastik cetak kedelai diisi dua kilogram. Tapi saat ini hanya diisi 1,7 kilogram saja. Harga jual tetap seperti harga normal, namun ukurannya dipertipis. Secara otomatis pendapatan ikut berkurang," jelas Nur Halid, Senin (4/1/2021).

Sementara Sri Astutik, istri Nur Halid mengaku bahwa dalam usaha tempenya itu bisa menghabiskan 1,5 sampai 2 kwintal kedelai impor.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Semua hasil produksi tempe kita jual di pasar daerah Kabupaten Lumajang," tutur Sri.

Tidak hanya Nur Halid dan istrinya, semua warga yang mempunyai usaha tempe di kampungnya juga tetap berproduksi.

"Karena saya tidak ingin kehilangan pelanggan. Jadi meski mahal harga kedelai kita tetap produksi. Jadi pembeli harus juga paham meski ukuran tempe tidak seperti saat harga kedelai normal," ujar ibu dua anak ini.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Sri juga mengaku usaha tempe yang digelutinya itu mampu menghidupi keluarga dan juga bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

'Saya berharap agar harga kedelai segera turun dan kembali normal seperti semula," paparnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.