Jumat, 24 Jul 2026 12:14 WIB

Pemkab Banyuwangi Gelar Doa Bersama Ustad Yusuf Mansur

jatimnow.com - Malam pergantian tahun baru 2021, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar doa bersama refleksi akhir tahun.

Tidak seperti tahun sebelumnya yang digelar secara meriah dan dipenuhi ribuan masyarakat di alun-alun kota, refleksi tahun ini digelar sederhana di Masjid Babussalam Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (31/12) malam.

Baca Juga: Puluhan Anak Yatim Doakan Indonesia dalam Istighfaroh Taman Zakat

Pada doa bersama dan tausyiah malam tahun baru tersebut, dihadirkan Kiai Thoha Muntoha dari Glenmore, Banyuwangi dan dai kondang Ustaz Yusuf Mansur.

Meski tidak mendatangkan massa, namun masyarakat Banyuwangi dapat mengikutinya secara virtual melalui YouTube untuk mengisi acara pergantian tahun. Selain itu seluruh pondok pesantren Se-Banyuwangi juga ikut doa bersama dan refleksi akhir tahun melalui aplikasi zoom.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan kegiatan ini diselenggarakan secara virtual agar tidak ada kerumunan di malam pergantian tahun di Kabupaten Banyuwangi.

"Sungguh ini pengalaman yang luar biasa. Pandemi ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus banyak berinstropeksi diri atas ujian yang kita hadapi saat ini. Pun mwnyusukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita di tengah situasi yang tidak menentu ini," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (2/1/2021).

Anas menjelaskan dalam rangka pergantian tahun kali ini digelar sederhana diawali dengan khataman Al-Quran, salawat, dan doa bersama.

Baca Juga: Ojol Sidoarjo Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

"Biasanya kita gelar di alun-alun sambil ditutup kembang api, namun kali ini digelar secara prihatin," katanya.

Anas berharap Kabupaten Banyuwangi dapat segera bangkit dari cobaan yang diakibatkan Virus Corona di tahun 2021.

"Mudah-mudahan, program dari Presiden Jokowi untuk vaksinasi covid ini bisa berjalan lancar di Indonesia, dan kita semua diberikan kesehatan. Ada hikmah yang besar dibalik ini semua," pungkasnya.

Dalam tausyiahnya, Yusuf Mansyur membagi pengalamannya saat sempat terpapar positif corona.

Baca Juga: Rektor UIN KHAS Jember Ajak Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Bermartabat

"Saat saya sakit, menggerakan kaki saja sudah ngos-ngosan. Walaupun disekat jendela ngelihat istri dan anak saja sudah bahagia," akunya.

Maka dari itu menurutnya di masa pandemi, refleksi akhir tahun harus dipenuhi dengan rasa syukur dan tidak bersusah hati. Sebab menurutnya banyak orang yang tidak dapat berkumpul keluarga karena Virus Corona.

"Di refleksi akhir tahun ini jangan melihat yang besar-besar, tidak punya mobil, rumah. Tetapi lebih ke rasa bersyukur, bisa kumpul keluarga sekarang harganya mahal. Ayo kita tetap optimis menatap masa depan," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.