Rabu, 22 Jul 2026 08:54 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Ajak Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Bermartabat

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 04 Sep 2025 12:50 WIB
Foto : Rektor UIN KHAS Jember mengajak mahasiswa sampaikan aspirasi bermartabat (Humas UIN KHAS/jatimnow.com))
Foto : Rektor UIN KHAS Jember mengajak mahasiswa sampaikan aspirasi bermartabat (Humas UIN KHAS/jatimnow.com))

jatimnow.com-UIN Khas Jember menggelar doa bersama untuk bangsa. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran sivitas akademika kampus termasuk mahasiswa. Pada kesempatan tersebut Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni menyarankan agar bila menyampaikan aspirasi secara bermartabat.

Wakil Rektor III, Dr. Khoirul Faizin menyampaikan, idealisme mahasiswa kerap menjadi pintu masuk kepentingan lain. Aspirasi mahasiswa sebagai perwujudan dan implementasi peran sosialnya sebagai moral watchdog sekaligus agent of social change tidak jarang dimanfaatkan oleh pihak lain.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

"Hal ini berakibat timbulnya distorsi makna dan tujuan murninya,” ujarnya, (Rabu/3/9/2025).

Faizin menekankan, pesan amanah Menteri Agama dalam rapat terbatas secara daring dengan Pimpinan PTKIN se-Indonesia, agar kampus menjaga mahasiswa dari jebakan provokasi.

“Silakan bersuara, kami tidak melarang. Tapi tahan diri dari anarkis. Sampaikan aspirasi dengan cara yang bermartabat," jelasnya.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Sedangkan Prof. Hepni menambahkan dengan konsolidasi ini meminta mahasiswa menjaga satu komando dan merumuskan tuntutan secara terukur.

“Jangan sampai keluar dari konteks lalu berubah menjadi pengrusakan, penjarahan, bahkan sampai pembakaran. Itu merusak perjuangan,” tuturnya.

Baca Juga: SPI UIN KHAS Jember Reviu RKAKL, Pastikan Rencana Anggaran Penuhi Standar

Hepni menyampaikan pesan Menteri Agama, lindungi mahasiswa, jangan biarkan hoaks dan kepentingan politik menyeret mereka. Hepni juga mengingatkan, aktivis tetap harus berpihak pada masyarakat kecil, hidup sederhana, dan menjaga mentalitas egaliter.

“Kepekaan sosial harus terus diasah. Kalian adalah pendobrak kemapanan, tapi juga pendamping masyarakat, sekali lagi tetap kondusif, menjaga lisan, jangan terprovokasi. Saya ini wali yang dititipi orang tua kalian. Kalau sesuatu yang buruk terjadi, sayalah yang pertama akan dimintai pertanggungjawaban," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.