Sabtu, 20 Jun 2026 05:17 WIB

Es Krim Menjadi Kenangan Terakhir Anam Sebelum Kebakaran Rumah Kos

Foto semasa hidup korban kebakaran Andita Putri Khoirunisa bayi berusia 2,5 tahun bersama ibunya Novi Surya Pratiwi (25).
Foto semasa hidup korban kebakaran Andita Putri Khoirunisa bayi berusia 2,5 tahun bersama ibunya Novi Surya Pratiwi (25).

jatimnow.com - Sebelum tewas bersama anaknya Andita Putri Khoirunisa bayi berusia 2,5 tahun, Novi Surya Pratiwi (25) salah satu korban meninggal kebakaran di rumah di Kebalen Kulon 2 Nomor 9, Pabean Cantikan, Kota Surabaya, pada Selasa (29/05/2018) itu sempat berpesan untuk dibelikan buka puasa dan es krim.

Pesan terakhir itulah yang disampaikan Khoirul Anam, 29, suami Novi saat ditemui jatimnow.com di kamar jenazah RSU dr Soetomo Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Sebelum kejadian itu, istri (Dita) bersama saya pada pukul 09:00 wib menyuapi anak (Andita) ya di kamar kos itu," kata Anam.

Pria kelahiran Pamekasan Madura ini menceritakan, tidak memiliki firasat apapun mengenai musibah itu, bahkan sebelum kejadian itu, dirinya beserta istri sempat bergurau.

Pukul 13.00 WIB, Anam yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek online ini berpamitan untuk keluar mengojek.

"Saat berpamitan anak saya Dita sambil tersenyum meminta dibelikan es krim. Sangat menyesal, tau gitu saya tidak keluar mengojek tapi gimana lagi mungkin ini jalannya," kata Anam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Anam mengakui sanagt sayang dengan keluarga kecilnya karena ia dan Novi masih baru dua tahun membangun rumah tangga.

Anam tak menduga jika percakapan dengan istrinya pagi tadi adalah pertemuan dan komunikasi yang terakhir kalinya.

"Saya tidak menduga, pesanan istri tadi pagi menjadi percakapan terakhirnya. Ini kenangan saya ya Allah, ia cuma ingin agar sepulang ngojek bisa membawa bekal buka puasa bersama dikosan," kenangnya.

"Ia juga minta jajan sama es, untuk Andita," imbuhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Terlebih, ia menyesalkan saat kejadian itu, ia juga tidak mendapatkan kabar dari sang istrinya karena Novi tidak memiliki handphone.

"Sejak keluar kos, saya tidak berkomunikasi sama sekali dengan Novi. Saya tahu kejadian itu ditelpon oleh mertua saya. Padahal, saya sudah bilang sama isteri, mau saya belikan HP. Saya sedih, keluarga saya tidak ada semuanya," tandasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.