Selasa, 16 Jun 2026 20:45 WIB

BPCB Larang Ritual Mandi di Petirtaan Candi Belahan Sumber Tetek

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 13 Des 2020 10:50 WIB
Foto-foto: Moch Rois/ jatimnow.com
Foto-foto: Moch Rois/ jatimnow.com

jatimnow.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, melarang para pelaku ritual untuk mandi di kolam Candi Belahan Sumber Tetek yang berada di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Alasan pelarangan untuk mandi di kolam yang dibangun pada era kepemimpinan Prabu Airlangga silam itu untuk menjaga kesakralan sumber air di situs kuno tersebut.

Baca Juga: 39 Rumah di Pasuruan Rusak Parah Diterjang Puting Beliung

"Kita melakukan pelarangan ini untuk mengembalikan kesakralan situs Candi Belahan. Sebab di kolam petirtaan itu, pancuran sumber mata airnya dimanfaatkan untuk air minum warga," jelas Kepala BPCB Jatim, Zakariya Kasimin, Minggu (13/12/2020).

Zakariya menerangkan jika fungsi Candi Belahan beda dengan Candi Jolotundo Mojokerto yang memang di bangunan candinya terdapat petirtaan tempat mandi.

"Kolam petirtaan Candi Belahan ini kan cuman selutut. Leluhur kita itu tahu lah mana kolam untuk mandi, mana kolam untuk ritual. Di Candi Belahan ini hanya untuk ritual. Itu air suci," ungkapnya.

Baca Juga: 3 Destinasi di Pasuruan Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan

Jika para pelaku ritual memang ingin mandi, Pemerintah Desa Wonosunyo sudah menyediakan dua kamar mandi di bawah jalan samping Candi Belahan.

"Kamar madi di bawah yang sudah dibangun itu sumbernya sama. Kalau para pengunjung masih mandi di kolam petirtaan, itukan mengotori namanya," jelas dia.

Untuk menerapkan peraturan ini pihak BPCB pun tidak asal-asalan. BPCB terlebih dahulu meminta rekomendasi dari Ikatan Ahli Arkelogi Indonesia (IAAI) di Jawa Timur.

Baca Juga: 19 Palang Pintu Kereta Api di Pasuruan Terpasang Akhir Tahun Ini

"Kita ini didukung oleh IAAI dalam menerapkan peraturan ini," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.