Kamis, 18 Jun 2026 22:41 WIB

Dokter di Ponorogo yang Meninggal Akibat Covid-19 itu Hamil 7 Bulan

Novita Rachmawati, dokter di Ponorogo yang meninggal akibat Covid-19
Novita Rachmawati, dokter di Ponorogo yang meninggal akibat Covid-19

jatimnow.com - Novita Rachmawati, dokter umum salah satu rumah sakit swasta di Ponorogo yang meninggal dunia akibat Covid-19 ternyata sedang hamil 7 bulan. Dia meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Universitas Airlangga, Surabaya.

"Dokter Novita memang sedang hamil 7 bulan," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, Jumat (11/12/2020).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Agus menjelaskan dr Novita berjuang melawan Covid-19 selama dua minggu terakhir. Sebelum dr Novita menghembuskan nafas terakhir, bayi yang dikandungnya meninggal terlebih dahulu.

"Dua hari sebelumnya. Kalau ndak salah pada tanggal 8 Desember 2020 lalu," tutur Agus.

Baca juga:  Seorang Dokter di Ponorogo Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ponorogo, Rahayu Kusdarini (Irin) menjelaskan, sebagai bentuk penghormatan, para tenaga medis menyematkan pita hitam di lengan kanan selama 3 hari ke depan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Ini sebagai bentuk belasungkawa dan solidaritas bagi sejawat kita yang gugur dalam tugas kemanusiaan," ujarnya.

Irin mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan tetap menjaga diri dengan terus berusaha semaksimal mungkin menjaga protokol kesehatan saat memberi pelayanan.

"Harus mengatur ritme kerja karena ketika terlalu lelah, resiko penularan meningkat," tambahnya.

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Erick Thohir: Terima Kasih Atas Karya, Suara, dan Kenangan

Kepada masyarakat, Irin berharap ketika berobat ke dokter dan mendatangi pelayanan kesehatan agar menyampaikan riwayat penyakitnya secara jujur.

"Karena kejujuran itu bisa membantu kami tenaga kesehatan bisa menjaga kesehatan. Saat kami tetap sehat, kami bisa memberikan pelayanan dengan maksimal kepada masyarakat. Karena jumlah kami tidak banyak," pungkas Irin.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.