Selasa, 16 Jun 2026 00:08 WIB

Mantan Atlet Nasional Balap Sepeda di Surabaya yang Kini Terabaikan

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 08 Des 2020 20:19 WIB
Tarwi, mantan atlet nasional balap sepeda di rumahnya di Surabaya
Tarwi, mantan atlet nasional balap sepeda di rumahnya di Surabaya

jatimnow.com - Prestasi yang diraih atlet balap sepeda, Tarwi (79) dulu sangat membanggakan bagi Kota Surabaya. Pensiunan pegawai Pemkot Surabaya ini mencatatkan puluhan prestasi secara nasional maupun internasional.

Namun nasib yang dialami Tarwi sangat memprihatinkan. Sejak Tahun 1962, Tarwi menjadi juara II di Piala PSBS Surabaya. Hingga tahun 2012, Tarwi menjadi Juara I Piala Alpen, pada usia 50 tahun.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Pada Tahun 1968, Tarwi mengikuti perlombaan Balap Sepeda Wali Kota Cup. Dia berhasil menyabet juara I. Atas prestasinya, Tarwi bertemu pejabat pemkot (dulu Kota Madya) Abdul Khamid dan diangkat sebagai tenaga honorer di pemkot dengan gaji Rp 28.

Pada PON ke VII Tahun 1969 di Surabaya, Tarwi memborong 5 emas dan 2 perak. Dia pun berhasil menjuarai balap sepeda Piala Wali Kota Cup II.

Keberhasilan Tarwi memenangkan berbagai kejuaraan balap sepeda dengan modal dengkul dan betis, membuat Soekotjo-Wali Kota Surabaya memberikan hadiah berupa rumah dinas di Jalan Ngagel Kebonsari.

"Rumah ini menjadi sejarah, karena hadiah dari Pak Soekotjo-Wali Kota Surabaya saat itu," ujar Tarwi saat bincang-bincang dengan jatimnow.com, Senin (7/12/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Seiring berjalannya waktu, Tarwi terus mencatatkan prestasinya. Bahkan di waktu pensiun dan lanjut usia, Tarwi masih diperlukan tenaganya untuk melatih anak-anak jalanan menjadi atlet balap sepeda. Juga melatih klub balap sepeda di Surabaya.

Namun nasib mengenaskan dialami Tarwi. Selama melatih di Liponsos Pemkot Surabaya maupun klub di Surabaya, dia tidak pernah mendapatkan gaji.

"Nggak pernah dapat gaji. Bahkan saya sering nomboki (mengeluarkan uang pribadi) untuk keperluan anak-anak mengikuti perlombaan," ungkapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Istri saya sering memarahi saya, karena mengeluarkan uang pribadi. Tapi bagi saya, ini hobi dan saya senang menjalani sebagai pelatih dan ikut balap sepeda," jelasnya.

Di usianya yang hampir 80 tahun ini, Tarwi berharap rumah hadiah dari Wali Kota Soekotjo itu mendapatkan sertifikat.

"Mulai dari dulu rumah ini tidak ada surat-suratnya. Dulu saat menerima hadiah rumah ini, hanya diberikan tulian tangan dari Pak Soekotjo," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.