Selasa, 23 Jun 2026 15:41 WIB

Mengintip Ketenangan Kampung Mualaf di Blitar Jalani Ramadan

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 29 Mei 2018 17:27 WIB
Warga sedang mengaji./Foto: CF Glorian
Warga sedang mengaji./Foto: CF Glorian

jatimnow.com - Ketenangan menjalani bulan puasa begitu dirasakan oleh seluruh umat Muslim yang ada di dunia. Baik tua maupun muda, semua menjalani puasa dengan khusuk tak terkecuali para mualaf.

Di Dusun Sekar Gadung, Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar terdapat sebuah kampung yang disebut Kampung Mualaf.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Disebut Kampung Mualaf karena di dusun ini dulunya dihuni oleh masyarakat heterogen empat agama. Selang waktu berjalan, banyak diantara warga non-muslim bersyahadat dan menjadi mualaf.

"Kalau di seluruh Desa (Balerejo) ada lima agama berdampingan. Khusus untuk dusun Sekar Kadung memang sering dipanggil begitu (Kampung Mualaf) karena sejak sekitar sembilan puluhan, warga yang pindah Islam terus nambah," terang Kepala Desa Balerejo Deny Chandra, Selasa (29/05/2018).

Hingga saat ini, sedikitnya 58 warga telah bersyahadat dan menjadi Muslim pada umumnya. Khusus di bulan puasa, para mualaf juga ikut mengaji dan bertadaruz.

Bahkan beberapa mualaf juga sudah fasih membaca huruf Al-Qur'an, seperti Suprihatin (54) yang bersyahadat sejak usia 17 tahun. Setelah memeluk Islam, ia kemudian menimba ilmu di sebuah Pondok Pesantren lalu kembali ke Sekar Gadung.

"Dulu awalnya saya mimpi mendengar adzan. Lalu kemudian saya mantap memeluk Islam terus ngaji ikut pondok (pesantren). Sekitar empat tahun lalu saya pulang," kata dia.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

Selain Suprihatin, ada juga Panji Basuki (47). Ia bersyahadat setelah bermimpi pergi ke sebuah Pondok Pesantren. Baginya, setelah memeluk Islam, suasana hatinya menjadi lebih tenang.

"Saya Islam sepuluh tahun yang lalu setelah mimpi pergi ke pondok (pesantren). Hampir setiap hari saya ngaji di Mushola Mamba'ul Hisan ini mas," kata dia.

Usai salat Dhuzur, warga mualaf mulai datang ke Mushola Mamba'ul Hisan untuk mengaji dan memperdalam ilmu agama.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Di sore harinya, anak muslim setempat juga menghabiskan waktu untuk mengaji di mushola tersebut. Bahkan mereka juga sudah memiliki grup Hadrah atau seni tarik suara dan musik umat Islam.

Reporter: CF Glorian

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.