Rabu, 17 Jun 2026 14:31 WIB

Presiden Jokowi Minta Kepastian Dimulainya Vaksinasi Covid-19

Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Media Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Media Informasi Sekretariat Presiden)

jatimnow.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta jajarannya untuk memastikan kedatangan vaksin Covid-19 di Indonesia dan juga rencana pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat.

Hal ini disampaikannya saat membuka rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Baca Juga: Jokowi Titipkan Kota Kediri ke Mbak Vinanda - Gus Qowim

"Saya nanti juga minta kepastian mengenai vaksin dan mulainya vaksinasi," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah menyampaikan, vaksin Covid-19 yang akan dibeli oleh Pemerintah Indonesia harus terdaftar di WHO.

Jokowi enggan menyebut merk vaksin apa saja yang akan dibeli pemerintah, namun ia menekankan vaksin tersebut harus memiliki tingkat keefektifan yang tinggi.

"Kita akan membeli vaksin itu dari perusahaan merk yang ada di dalam daftar list-nya WHO. Saya nggak berbicara merknya apa. Asal sudah ada di dalam list-nya WHO itu yang akan kita beli. Kemudian kedua, juga kemanfaatan dari vaksin itu harus maksimal,” ucap Jokowi, Rabu (18/11).

Jokowi berharap, vaksin Covid-19 dapat tiba di Indonesia pada akhir November hingga Desember, baik dalam bentuk vaksin jadi ataupun bahan baku yang kemudian akan diolah oleh Biofarma.

Ia juga menargetkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan pada akhir tahun ini atau di awal 2021 nanti.

Baca Juga: Kaesang Dicurhati Warga Kota Malang: Minta Sertifikat Rumah hingga Pekerjaan

Jokowi mengatakan, vaksinasi tidak bisa langsung dilakukan setelah vaksin tiba di Indonesia. Karena harus melalui berbagai tahapan terlebih dahulu sebelum bisa digunakan untuk vaksinasi, termasuk mendapatkan izin emergency used authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang membutuhkan waktu sekitar 3 pekan.

Tahapan-tahapan yang dilalui pun harus berdasarkan kaidah scientific untuk memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga masih harus menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendistribusikan vaksin ke seluruh daerah di Tanah Air.

 

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Smelter Freeport, Pj Gubernur: Dongkrak Ekonomi Jatim


Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.