Minggu, 14 Jun 2026 11:51 WIB

Baliho 'Bela Risma' di Surabaya, Ini Pengakuan Kepala BPB Linmas

jatimnow.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Irvan Widyanto menyebut jika dirinya tidak mengetahui pemasang baliho atau spanduk 'Bela Bu Risma, Selamatkan Surabaya #LawanPremanisme'

"Wah saya gak tahu," kata Irvan Widyanto kepada jatimnow.com, Minggu (29/11/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Baca juga: 

Ia menyebut jika Wali Kota Risma telah melarang untuk pemasangan baliho tersebut.

"Ibu sdh menegur, memarahi saya tidak boleh diteruskan. Dan sudah saya sampaikan ke lurah dan camat," tegasnya.

Sebelumnya, dari siaran pers yang diterima redaksi, baliho itu dilakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap wali kota Surabaya pasca adanya kelompok yang melakukan hujatan kepada Tri Rismaharini.

Irvan Widyanto menegaskan bahwa apa yang dilakukannya itu murni tidak ada kaitannya dengan politik atau Pilwali Surabaya.

"Ini adalah murni saya pribadi. Dan secara kedinasan, saya adalah anak buah Ibu Wali Kota. Jadi saya juga menangkap keresahan teman-teman semua yang artinya sama perasaannya," kata Irvan dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (29/11/2020).

Menurut dia, tak hanya warga yang merasa sakit hati dan resah ketika Wali Kota Risma akan dihancurkan. Namun dirinya bersama rekan-rekan di lingkungan Pemkot Surabaya juga merasakan hal yang sama.

"Karena bagaimanapun juga kami ini dibangun sebagai tim oleh ibu wali kota. Ketika ibu wali kota kita kemudian dikata-katain hancur, itu sama saja dengan menghancurkan kami semua," terang dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Bagi Irvan, secara pribadi Wali Kota Risma bukan hanya sekadar pemimpin Surabaya atau atasannya. Namun, dirinya sudah menganggap Tri Rismaharini sebagai ibu kandungnya sendiri.

"Apalagi saya sudah kehilangan ibu saya. Saya sendiri melihat ibu wali kota itu sama seperti ibu kandung saya. Bu Risma semata-mata bukan hanya memberikan tugas kedinasan tapi apa-apa yang disampaikan itu seperti petuah atau pitutur bagi kami," ungkap dia.

Irvan mengaku tidak terima dan ingin membela wali kota. Dirinya merasa tidak bisa berdiam diri ketika melihat ibunya dihujat.

"Itu yang membuat kami merasa resah ketika ibu seolah-olah mau dihancurkan seperti itu. Dan jujur saya tidak bisa berdiam diri," tegas dia.

Ia menyebut, ketika Wali Kota Risma mendengar kabar ini, langsung menelepon dan melarangnya. Bahkan, dia mengaku, Wali Kota Risma juga memarahinya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ketika ibu mendengarkan kabar ini, Jumat (27/11) sore, beliau (Bu Risma) spontan langsung menelepon saya dan memarahi saya. Jadi saya dimarahi agar supaya tidak meneruskan apa yang saya lakukan. Saya disuruh hentikan," tambahnya.

Menurut Irvan, ketika Wali Kota Risma yang melarang, itu sama dengan perintah yang diberikan ibu kandungnya. Sehingga dia merasa wajib untuk mentaati perintah itu.

"Bagi saya itu bentuk rasa sayang beliau (Bu Risma) kepada kami semua. Apa yang saya lakukan itu adalah bentuk kecintaan kepada sosok ibu. Kalau ada yang pasang, itu adalah inisiatif warga, karena ibu wali kota juga ibunya warga Kota Surabaya," jelas dia.

Irvan kembali menegaskan telah melarang memasang baliho 'Bela Bu Risma'. Apabila masih saja ada yang pasang baliho, maka itu merupakan inisiatif warga.

"Kalau ada warga spontan sudah memasang (Baliho Bela Bu Risma) itu adalah hak mereka. Mungkin warga itu memiliki rasa yang sama kecintaannya kepada ibu wali kota," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.