Sabtu, 20 Jun 2026 02:20 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Banteng Ketaton Soal Yel-yel: Yang Ingin Kita Hancurkan Arogansi Risma

Ketua Banteng Ketaton Surabaya, Herlambang (kanan) dan Mat Mochtar (tengah)
Ketua Banteng Ketaton Surabaya, Herlambang (kanan) dan Mat Mochtar (tengah)

jatimnow.com - Beredar video dari warga yang mengenakan kaos Banteng Ketaton Surabaya menyanyikan yel-yel 'Hancurkan Risma'. Banteng Ketaton menyebut yel-yel itu sebagai bentuk kekewaan mereka.

Ketua Banteng Ketaton Surabaya, Sri Mulyono Herlambang menyebut bahwa yel-yel itu sebagai bentuk sakit hati dan perlawanan Banteng Ketaton yang menilai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sebagai pemecah belah PDI Perjuangan (PDIP).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Yel-yel yang kami kumandangkan sebagai bentuk rasa kekecewaan kami dari banteng-banteng PDI Perjuangan terhadap kesewenang-wenangnya Risma," ujar Herlambang kepada wartawan di Posko Gotong Royong PDIP Jalan Bulak Banteng Kidul, Surabaya, Jumat (27/11/2020).

Herlambang menegaskan, sikap politik Banteng Ketaton Surabaya dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 sama seperti yang diserukan kakak kandung Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana, Jagad Hariseno, yaitu melawan Rima dan putranya Fuad serta Eri-Armudji.

"Banteng-banteng Ketaton tidak melakukan perlawanan kepada ketua umum (Megawati Soekarnoputri) dan DPP PDI Perjuangan. Tapi Banteng-banteng Ketaton melawan terhadap kepentingan Risma, anaknya Risma, Fuad dan paslon Eri-Armudji," tegasnya.

"Saya tegaskan lagi, Banteng Ketaton tidak ingin menghancurkan secara fisik Kota Surabaya. Kita cinta damai. Surabaya harus aman, damai, maju kotane, makmur wargane. Tapi yang ingin kita hancurkan adalah arogansi Risma dan oligarki politik Bu Risma," terang Herlambang.

Mantan jurnalis televisi ini menambahkan, Banteng Ketaton Surabaya melakukan perlawanan terhadap Risma, Fuad, Eri itu dilakukan karena Banteng Ketaton ingin menyelamatkan partai dan sejarah PDIP di Kota Surabaya.

"Karena ada upaya Risma dengan oligarki politiknya untuk menguasai PDI Perjuangan," tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Herlambang menjelaskan, tidak benar jika ada kadrun-kadrun yang menyusup untuk melakukan perlawanan terhadap Risma.

"Tidak ada Kadrun, tidak ada kadal atau apalah yang diisukan menyusup di Banteng Ketaton. Yang ada adalah Banteng-banteng Ketaton melakukan perlawanan terhadap celeng-celeng yang ingin merusak sejarah Banteng PDI Perjuangan di Kota Surabaya," jelasnya.

Sementara mantan anggota PDIP, Mat Mochtar menegaskan bahwa Risma berusaha menggunakan anggaran dan perangkatnya di OPD-OPD atau dinas-dinas hingga di tingkat kelurahan, untuk menghalalkan segala cara memenangkan Eri-Armudji, dengan terstruktur, sistematis dan masif.

"Ada petugas pemadam kebakaran yang kebetulan ketua RW yang hanya karena memakai rompi Pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Machfud Arifin-Mujiaman harus dipecat. Apa maksudnya ini?" tanya Mat Mochtar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Mat Mochtar juga mensinyalir penggunaan kekuatan dinas untuk melayani kepentingan kampanye Eri-Armudji.

"Seperti di DKRTH yang memasang lampu setelah ada permintaan dari kubunya Eri-Armudji. Ini tidak fair. Bu Risma sebagai wali kota, sebagai pemimpin harus memberikan contoh yang baik kepada anak buahnya. Jangan malah membiarkan anak buahnya ikut terlibat politik aktif," tegasnya.

Dengan berbagai alasan tersebut, Mat Mochtar maupun Banteng Ketaton Surabaya melakukan perlawan terhadap arogansi Risma.

"Saya tidak melawan PDIP. Tapi saya melawan arogansi Bu Risma. Bu Risma tidak menghargai Pak Tjip (mendiang tokoh senior PDIP Soetjipto). Tidak menghargai Pak Bambang DH. Risma tidak menghargai Bu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri). Justru yang ingin memecah belah adalah Bu Risma," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.