Sabtu, 20 Jun 2026 07:02 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Aksi Ekspresif Mantan Pendukung Risma Dinilai Wajar karena Kecewa

Guru Besar Ilmu Politik Unair, Prof. Kacung Marijan (Foto: Unair News)
Guru Besar Ilmu Politik Unair, Prof. Kacung Marijan (Foto: Unair News)

jatimnow.com - Guru Besar Ilmu Politik Unair, Prof. Kacung Marijan menilai wajar bila mantan pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) ekspresif dengan meneriakkan yel-yel "Hancurkan Risma".

"Itu kan dulu pendukung Bu Risma, kecewa kepada Bu Risma. Ya wajar saja, wong namanya orang kecewa. Ya kan mesti ekspresif," ujar Kacung, Jumat (27/11/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kacung tidak sepakat bila aksi ekspresif itu murni pendukung Machfud Arifin.

"Pendukung Pak Machfud kan dulunya seperti PKB, Gerindra, Demokrat. Itu yang mendukung sejak awal," tutur pakar politik.

Menurut Kacung, aksi itu justru lebih tepat diberi judul kekecewaan mantan pendukung Risma.

"Kalau pendukung sejak awal partai-partai yang mendukung Pak Mahfud kan tidak ada yang sampai begitu. Karena sekali lagi itulah wajar, namanya kecewa," tegas Kacung.

Ditanya soal aksi itu yang berujung kontroversi, Kacung kembali menilai bahwa hal itu wajar. Karena pendukung Risma masih ada yang tetap pro, tetapi belakangan mulai muncul yang kontra.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Kacung berharap agar Risma maupun pendukungnya tak menyikapi aksi tersebut secara berlebihan.

"Jadi korban apa Bu Risma? Apanya yang dikorbankan?" tanya Kacung.

Sejak awal Kacung bakal memprediksi adanya kejadian tersebut. Prediksi Kacung itu muncul setelah keluarnya rekomendasi PDI Perjuangan (PDIP) yang justru kepada Eri Cahyadi dan bukan kader murni, seperti Whisnu Sakti Buana.

"Pangkal permasahalannya di situ. Harus dipahami ini," bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Soal viral atau tidaknya video saat ini, Kacung juga menilai wajar. Karena sudah zamannya media sosial.

Kacung juga mengomentari penyebutan bahwa Mat Mochtar dan kelompok Banteng Ketaton adalah bar-bar.

"Itu kan juga dulu pendukung Risma. Kalau disebut bar-bar, berarti pendukung Risma dulu bar-bar juga," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.