Minggu, 21 Jun 2026 03:16 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Petugas PMK Dipecat karena Politik, GM Jaman: Demokrasi Sudah Mati

Ketua GM Jaman Surabaya, Zainnudin (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ketua GM Jaman Surabaya, Zainnudin (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Gerakan Mahasiswa Jagone MA Mujiaman (GM Jaman) Surabaya, Zainnudin mengaku sangat terpukul dengan pemecatan salah satu petugas Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya, hanya menunjukkan pilihannya dalam Pilwali 2020.

Zainnudin mengaku tidak habis pikir tentang kebijakan dan keputusan anak buah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma), yang main pecat hanya karena memilih calon wali kota yang bukan dari kalangan intetnal pemerintah kota (pemkot).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Ini sangat ngawur. Pilihan hak politik itu adalah hak pribadi masing-masing warga negara yang dilindungi undang-undang. Ngapain pemkot ngurusin ke hak politik orang? Apalagi sampai dipecat gara-gara pilih mendukung calon yang bukan dari pemkot," papar Zainnudin, Rabu (25/11/2020).

Zainnudin mengatakan, usut punya usut pemecatan itu kabarnya dilatarbelakangi karena pegawai outsourcing PMK yang merupakan ketua RW di wilayah tempat tinggalnya itu memfasilitasi salah satu calon wali kota untuk berkampanye di wilayahnya.

Baca juga:  

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Kalaupun itu alasannya, memang kenapa? Dia ketua RW dan kalau tidak salah kampanyenya hari Minggu. Hari di luar tugas sebagai pegawai. Dia memakai baju sebagai ketua RW, bukan sebagai pegawai PMK. Kalau itu dipermasalahkan, pemkot sudah ngawur dan mematikan demokrasi Surabaya. Ini harus dilawan," tegasnya.

Dalam kasus serupa, Zainnudin kembali mengungkit deklarasi Eri Cahyadi-Armudji yang digelar di Taman Harmoni seusai keluarnya rekomendasi DPP PDI Perjuangan (PDIP) beberapa bulan lalu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Saat itu, baik Eri maupun Risma, masih menjabat sebagai pejabat Pemkot Surabaya. Eri sebagai Kepala Bappeko dan Risma sebagai wali kota Surabaya. Saat itu Risma dan Eri menghadiri deklarasi saat hari kerja tanpa ada izin cuti.

"Kalau Risma-Eri bisa begitu, kenapa yang memilih di luar mereka dan ikut kampanye di luar hari kerja malah dipecat? Harusnya Risma dan Eri itu yang sudah dipecat karena melanggar Undang-undang ASN. Apalagi di situ ada ASN-ASN lain yang ikut memberi fasilitas, seperti ajudan dan Sekpri Risma. Mereka kenapa tidak di sanksi? Demokrasi ini benar-benar mati di tangan Wali Kota Tri Rismaharini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.