Sabtu, 20 Jun 2026 01:52 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Pejabat PMK Larang Kampanye, Petugas yang Dipecat Ungkap Fakta ini

Fahrul Suganda, tenaga outsourcing PMK Surabaya yang dipecat gara-gara mendukung Machfud Arifin-Mujiaman
Fahrul Suganda, tenaga outsourcing PMK Surabaya yang dipecat gara-gara mendukung Machfud Arifin-Mujiaman

jatimnow.com - Kepala Bidang Operasional dan Peningkatan Kapasitas Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya, Bambang Vistadi menegaskan bahwa petugas PMK dilarang ikut berkampanye atau melakukan ajakan memilih pasangan calon wali kota.

Salah satu petugas outsourcing PMK Surabaya yang dipecat karena mendukung Pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Nomor Urut 02, Machfud Arifin-Mujiaman itu bernama Fahrul Suganda.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Pemecatan Fahrul Suganda sesuai surat bernomor: 880/4931/436.7.6/2020 perihal pemberhentian dengan hormat, yang ditandatangani Bambang Vistadi, pada 24 November 2020. Bambang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) penggunaan tenaga outsourcing menjadi petugas pemadam kebakaran.

Terkait itu, Bambang mengatakan, Fahrul Suganda dipecat karena mengikuti kegiatan kampanye sapa warga Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 02, Machfud Arifin di wilayah RW V Gembong Barat.

"Yang bersangkutan itu sebagai tim sukses dari salah satu calon. Yang kita tahu hanya beberapa foto yang memang bukan memakai seragam (PMK), terus pakai kode-kode (mengacungkan salam dua jari)," ujar Bambang saat dikonfirmasi jatimnow.com, Selasa (24/11/2020) malam.

Baca juga:  Terlalu! Hanya Karena Dukung MA-Mujiaman, Petugas PMK Dipecat

Bambang menambahkan, Dinas PMK Surabaya tidak ingin dianggap oleh masyarakat, terlibat dukung-mendukung pasangan calon wali kota-wakil wali kota di Pilwali Surabaya 2020.

"Kita ini hubungannya pekerjaan. Kita ini nanti dianggap masyarakat berat sebelah dan tendesius dan lain lain. Jangan lupa namanya OS (outsourcing) sama kayak ASN. Kita harus netral. Kalau di pegawai negeri itu sanksinya banyak mas," papar Bambang.

Bambang menetapkan sanksi pemecatan terhadap Fahrul Suganda. Namun sebagai pimpinannya ia mengaku tidak tahu apakah yang bersangkutan sedang piket atau lepas dinas sebagai petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya tidak tahu. Yang kita tahu bahwa itu ada namanya kegiatan mengikuti kampanye," ungkapnya.

"Mengenai harinya kita tidak tahu. Kita tahunya adalah ada dokumentasi bahwa yang bersangkutan sebagai tim sukses, ikut kampanye, ya itu saja. Itu kan nggak boleh menghadiri dan lain-lain ikut kampanye. Kalau misalkan aspirasi nomor 2 atau nomor 1 tentukan pada saat pencoblosan," ujar Bambang.

Pernyataan Bambang yang menyebut bahwa aspirasi petugas PMK hanya ditentukan pada saat pencoblosan bertolak belakang dengan pengakuan Fahrul Suganda.

"Saya didzolimi. Karena pada saat tes kebugaran ada yang bilang bahwa alat-alat tes kebugaran itu alatnya dari Pak Eri (Calon Wali Kota Nomor Urut 01 Eri Cahyadi). Jadi anak dinas dan anak outsourcing diarahkan untuk ke 01," ujar Fahrul, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Meski dia nggak menyebutkan merek (nama calon wali kota), tapi ada yang bilang merah (PDIP) dan ada yang bilang 01. Saya merasa nggak enak juga kan, karena 01 di sana (Dinas Pemadam Kebakaran) dibesar-besarkan juga. Kenapa saya sebagai kapasitas Ketua RW dan petugas pemadam kebakaran dicampuradukan," paparnya.

Suganda yang juga Ketua RW V Gembong Barat ini menambahkan, banyak petugas pemadam kebakaran dari tenaga outsourcing yang juga pengurus ranting PDIP. Juga banyak petugas pemadam yang titipan dari orang-orang pengurus PDIP.

"Di Dinas Pemadam Kebakaran banyak juga yang jadi orang merah (PDIP), pengurus ranting. Banyak juga orang yang dibawa orang merah (petugas outsourcing titipan pengurus PDIP) di dalam Damkar Surabaya," katanya.

"Jadi saya merasa didzolimi dan saya mencari kebenaran. Di Dinas Pemadam Kebakaran nggak ada kebenaran sama sekali dan dia memihak di paslon 01," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.