Kamis, 18 Jun 2026 06:41 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Mengaku Susah Komunikasi dengan Risma, Pensiunan Pemkot Pilih Machfud

Machfud Arifin dialog dengan pensiunan pegawai Pemkot Surabaya
Machfud Arifin dialog dengan pensiunan pegawai Pemkot Surabaya

jatimnow.com - Pensiunan pegawai Pemkot Surabaya yang tergabung dalam Purna Praja Sejahtera mengaku sulit berkomunikasi dengan Wali Kota Tri Rismaharini.

Di momen pemilihan wali kota (Pilwali) Surabaya ini, para pensiunan ini lebih yakin memilih pasangan calon wali kota-wakil wali kota, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU), daripada memilih paslon Eri-Armudji (Erji) yang didukung Risma.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Selama ini kami dilirik ae nggak. Jadi diajak ngomong apalagi. Jadi kita orang ini dianggap sudah tidak dibutuhkan. Padahal kita ingin memberi masukan untuk Kota Surabaya yang kita cintai ini. Tapi sama sekali kita tidak diajak bicara, tidak dialog. Sementara dari Pemkot Surabaya sepertinya sudah menutup akses atau hubungan apakah itu personal atau organisasi purna praja," ujar Yuli Subianto.

Itu disampaikan di sela silaturahmi Purna Praja Sejahtera dengan cawali nomor urut 2, di kediaman Machfud Arifin di Surabaya, Selasa (24/11/2020).

Mantan Kepala Dinas Infokom Kota Surabaya ini menegaskan, para purna praja tidak ada maksud untuk merepotkan Pemkot Surabaya.

Justru kehadiran mereka, untuk memberikan sumbangsih pemikiran demi kemajuan Kota Surabaya.

"Mungkin kalau melihat purna praja sebagai wadah atau orang yang tidak perlu diberikan suatu kesempatan. Batasan-batasan itu saya katakan seperti tembok tebal antara yang sudah purna tugas dengan yang masih aktif," tuturnya.

"Kita sangat ingin ada kesempatan berdialog untuk kemajuan Surabaya. Teman-teman (purna praja) punya potensi masing-masing. Dulu dari Bappeda (Bappeko), dari dinas-dinas, ini semua masih mempunyai pemikiran-pemikiran. Sayang kalau tidak digunakan. paling tidak bisa memberikan masukan, terserah dipakai atau tidak," tambah Yuli.

Dari komunikasi yang sulit dengan Risma, para pensiunan pegawai Pemkot Surabaya ini yakin untuk berkomunikasi dengan Eri-Armuji pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PDIP dan didukung PSI, serta direstui Wali Kota Risma, bakal sulit dilakukan.

"Kalau mengundang (Bu Risma) bagaimana. Ketemu saja nggak pernah. Jangankan diundang, ditelpon saja mungkin nggak diterima. Kami punya keyakinan nggak akan direken (diperhatikan) lah," ujarnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Berbeda dengan cawali nomor urut 2 Machfud Arifin, yang mau menerima dan berkomunikasi baik dengan pensiunan pegawai Pemkot Surabaya.

"Kalau dengan Pak Machfud Arifin, semua (purna praja) semua akan dirangkul, diakomodir dan memperhatikan para purna praja," jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya ini menerangkan, melihat visi misi pasangan Machfud Arifin-Mujiaman, ratusan purna praja yakin akan membawa Kota Surabaya menjadi maju kotane dan makmur wargane (maju kotanya dan makmur warganya).

"Melihat Pak MA (Machfud Arifin) sangat visioner dan tidak pernah memikirkan kelompok pribadinya. Tapi betul-betul memikirkan kota ini dan masyarakatnya," katanya.

Ia menilai Machfud Arifin juga realistis dan spektakuler serta religius.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

"Beliau sangat spektakuler, orangnya realistis dan religius. Dan ini (pemimpin) yang sangat bagus sekali. Jadi apa yang selama ini disampaikan, beliau mengatakan ini pemikiran bersama bukan mengklaim dirinya sendiri," ujarnya.

"Jadi warga Surabaya, ayo bersama-sama membangun Kota Pahlawan yang maju kotane dan makmur wargane," terangnya.

Dalam pertemuan dengan Machfud Arifin, ada beberapa perwakilan Purna Praja Sejahtera yang hadir seperti Yuli Subianto (pensiun tahun 2007), Rudi Hariono (2016), Gatot (2005), Kumolo (2010).

"Semua purna praja suaranya sama yaitu untuk Pak Machfud Arifin-Mujiaman," jelas Yuli Subianto.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.