Sabtu, 20 Jun 2026 02:02 WIB

Aksi Tolak Habib Rizieq di Surabaya Berakhir Ricuh

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 24 Nov 2020 16:40 WIB
Aksi massa di Surabaya yang berakhir ricuh
Aksi massa di Surabaya yang berakhir ricuh

jatimnow.com - Aksi demo menolak kedatangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab ke Jawa Timur yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya berakhir ricuh, Selasa (24/11/2020).

Demo itu digelar oleh Aliansi Cinta NKRI. Kericuhan itu muncul menyusul datangnya sejumlah kelompok lain yang tiba-tiba menyopoti spanduk yang dipasang di sekitar Taman Apsari. Satu di antara kelompok itu ada yang berteriak hingga memicu kerumunan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selanjutnya, di tengah-tengah kerumunan, salah satu orang dari massa aksi tiba-tiba jatuh dan hampir dikeroyok. Bahkan, ia sampai dinjak-injak dan ditendangi di bawah aspal jalanan.

Saat itu ia diteriaki karena telah memukul seseorang dari kelompok yang diduga melakukan pencopotan spanduk.

Aparat kepolisian kemudian melerai pertikaian tersebut. Namun dari massa yang merasa kawannya dipukul hingga berdarah terus berteriak.

"Botak yang mukul, botak yang mukul. Berdarah pak berdarah," teriaknya sambil menunjuk-nunjuk orang yang memukul.

Tak sampai disitu, bahkan pria tersebut sampai meneriakinya kafir karena simbol kaus yang dipakai orang yang memukul kawannya tersebut.

"Kafir itu, kafir yang memukul tadi," tambahnya.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi kemudian meminta mereka semua untuk membubarkan diri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Kerusuhan yang terjadi kata seorang masa aksi lantaran ada yang memprovokasi dengan mencopot spanduk penolakan Rizieq Shihab yang mereka pasang di Taman Apsari.

"Ada yang memprovokasi tadi, lapo spanduk dicopot (kenapa spanduk dilepas). Saya tahu mereka itu FPI. Itu ada yang namanya din-din itu siapa itu," katanya.

Sementara itu, Wali Laskar FPI Surabaya, Agus Fachrudin yang ada di lokasi saat ditanya mengenai kejadian itu menolak memberikan komentar.

"No comment, saya no comment. Teman-teman masih emosi. Saya juga bukan koordinator," ungkapnya.

Mereka kemudian bergegas pergi berencana untuk melakukan visum terhadap pria yang terlihat bibirnya berdarah hingga bercucuran di kaus warna putihnya itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ayo-ayo sekarang kita ke Pasura, kita visum di sana nanti," tandasnya.

Kapolsek Genteng, AKP Hendry F Kennedy saat dikonfirmasi terkait kericuhan tersebut juga enggan berkomentar.

"Belum, belum. Kami hanya mengamankan (aksi) saja," jawabnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.