Kamis, 18 Jun 2026 03:41 WIB

Seniman Ludruk Senior di Kota Probolinggo, Cak Mukadi Tutup Usia

Cak Mukadi
Cak Mukadi

jatimnow.com - Seniman ludruk asal Kota Probolinggo Cak Mukadi meninggal dunia sekitar pukul 16.00 Wib, Senin (23/11/2020). Seniman kondang ini tutup usia di umurnya ke-69.

Cak Mukadi dikenal di kalangan masyarakat Probolinggo karena aksi kocaknya saat tampil dalam kesenian ludruk. Dia meninggal karena tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Beliau tadi siang sempat dilarikan ke rumah sakit, namun sorenya beliau meninggal dunia," kata cucu keponakan Cak Mukadi, Abdulllah saat dihubungi jatimnow.com.

Menurut Abdullah, sejak muda kakeknya itu sudah aktif dalam kesenian ludruk.

"Beliu seringkali tampil di setiap kegiatan kesenian ludruk yang beliau ikuti," ujarnya.

Di mata keluarga dan warga di daerah Kampung Merpati, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Cak Mukadi dikenal sebagai sosok yang selalu memberikan motivasi kepada para anak muda.

"Bahkan di mata keluarga tergolong sosok seorang yang sabar dan dispilin setiap bersikap termasuk kepada keluarga dan cucu beliau," ungkap Abdullah.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Abdullah menyebut bahwa jenazah almarhum akan dikebumikan Selasa (24/11/2020) pagi di pemakaman umum setempat.

Sementara Ketua Dewan Kesenian Kota Probolinggo, Peni Priyono mengatakan, Cak Mukadi merupakan sosok seniman ludruk yang banyak mengisi acara kegiatan pemerintah atau masyarakat di Kota Probolinggo.

"Setahu saya beliau memang seniman ludruk dengan memerankan sebagai tokoh pelawan dan aktor ludruk sejak masih muda sampai beliau meninggal," jelasnya.

Peni mengaku, di masa pandemi ini, aktivitas kesenian ludruk yang diperankan Cak Mukadi terhenti.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Semoga aktivitas beliau selama ini dalam bidang kesenian ludruk bisa memberikan inspirasi positif kepada masyarakat sehingga kesenian ini bisa terus eksis," harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Moch Maskur mengaku sangat kehilangan sosok Cak Mukadi.

"Beliau seringkali menghibur masyarakat dalam kegiatan yang digelar oleh pemerintah daerah. Semoga almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya," ungkap Maskur.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.