Senin, 15 Jun 2026 10:52 WIB

Peredaran Narkoba di Tempat Wisata Mojokerto Dibongkar

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dan ke 22 pelaku
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dan ke 22 pelaku

jatimnow.com - Terlibat mengedarkan narkoba jenis sabu, 22 pelaku diamankan Satresnarkoba Polres Mojokerto dan polsek jajaran selama September hingga November.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, ada dua kasus yang menonjol dari 22 tersangka yang ditangkap.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

"Kami menyita sabu 41,36 gram dan 33,52 gram dari tiga tersangka berbeda," kata Dony di Mapolres Mojokerto, Jumat (20/11/2020).

Tersangka yang ditangkap Satresnarkoba Polres Mojokerto dengan barang bukti 41,36 gram sabu yakni M Yusuf Hidayatullah warga Dusun Wates, Desa Centong, Kecamatan Gondang.

Sementara sabu dengan berat 33,52 gram itu disita dari tangan Tohari Aris Prasetyo warga Desa Kesiman, Kecamatan Trawas dan Sumardi warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kedua tersangka ini diamankan Unit Reskrim Polsek Pacet.

"Untuk yang Jatirejo, barang bukti tersebut disimpan di dalam plastik kertas tisu dan juga dibalut lakban. Rata-rata prosesnya semua dengan sistem ranjau, ini adalah satu tantangan bagi anggota Polri untuk mengungkap sampai ke akar-akarnya kasus narkoba," paparnya.

Alumni Akpol 2000 ini juga menjelaskan, melihat sabu yang jumlahnya signifikan dan siap edar yang disita di salah satu tempat Pacet, maka lokasi wisata menjadi tempat transaksi narkoba.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Narkotika Madura-Gresik, Sita 200 Gram Sabu

"Kita sudah bisa mengarah ke tempat wisata untuk melakukan pemantauan maksimal bekerja sama dengan stakeholder untuk memantau lokasi tempat wisata salah satunya Pacet. Dari 22 tersangka, kami berhasil menyita total 142,21 gram sabu," tegasnya.

Sementara Tohari mengaku, dirinya baru keluar dari Lapas Lowokwaru Malang hanya disuruh oleh seseorang untuk mengantarkan barang haram tersebut.

"Saya hanya mengantar barang ini atas petunjuk atasan saya. Saya diberikan imbalan Rp 25 ribu per gramnya," tukasnya.

Baca Juga: Dalam Tiga Bulan, Polres Lamongan Ciduk 40 Pengedar Narkotika

Sementara Yusuf juga mengaku hanya diminta mengantar sabu yang sudah dipaket atau siap edar.

"Sudah disuruh sama bosnya. Saya sebagai kurir. Saya tidak tahu harga per paketnya," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.