Selasa, 16 Jun 2026 21:45 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Para Kiai NU Dukung dan Doakan Machfud Arifin Jadi Wali Kota

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 19 Nov 2020 20:49 WIB
Para kiai NU di Surabaya dukung dan doakan Machfud Arifin jadi wali kota
Para kiai NU di Surabaya dukung dan doakan Machfud Arifin jadi wali kota

jatimnow.com - Para kiai dan jemaah Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya mendoakan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Nomor Urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) memimpin Kota Surabaya.

Doa itu menggema dalam acara 'Silahturahim dan Halaqah Aswaja' bertema Pandangan Aswaja Terhadap Peningkatan Ekonomi, Sosial dan Budaya demi Kemajuan Surabaya di Hotel Mercure, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Memilih adalah kewajiban. Aturan NU tidak boleh mengungkapkan dukungannya secara formal melalui institusi NU. Namun tidak ada salahnya bila secara individual memilih salah satu paslon. Kami sudah jelas alasannya memilih beliau (Machfud Arifin)," ungkap Prof Dr KH Ali Maschan Moesa.

Dalam acara tersebut, ia juga mengajak Nahdliyyin untuk memilih Machfud Arifin pada 9 Desember 2020 nanti. KH Ali juga menegaskan bahwa Nahdliyyin harus berkontribusi dalam politik negara.

Menurutu KH Ali, salah satu alasan utama memilih Machfud Arifin karena mantan Kapolda Jawa Timur itu dekat dengan pimpinan agama.

"NU jadi pejuang sejarah Surabaya. Selama ini orang lupa sejarah. Pemkot dan pemimpin juga sering lupa. Kami tidak dilibatkan," ujarnya.

Para kiai NU di Surabaya dukung dan doakan Machfud Arifin jadi wali kotaPara kiai NU di Surabaya dukung dan doakan Machfud Arifin jadi wali kota

KH Ali menyebut bahwa ia melihat pemimpin yang meninggalkan agama tidak tahu sejarah. Dan dia melihat jelas bahwa Machfud Arifin dekat dengan ulama.

"Komitmen keagaaman kuat. Pemimpin berkomitmem untuk kemaslahatan umat. Selama memimpin dan jadi kapolda, beliau dekat dan merangkul kelompok agama. Itu salah satunya kami memilih beliau," jelasnya.

Sementara KH M Ali Maghfur Syadzili Iskandar, Pengasuh Pondok Pesantren Manba'ul Falah Surabaya yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa acara Silahturahim dan Halaqah Aswaja itu digelar karena berawal dari masukan banyak pihak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Selama ini di Surabaya, pesantren, madrasah dan seterusnya tidak punya orangtua dan didukung pemimpin. Halaqah ini ingin menyamakan persepsi antara Nahdliyyin dari jajaran kultural maupun struktural, bahwa Surabaya harus berubah. Harus berpikir kembali dan membangun pesantren," ujarnya.

Calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin pun bersyukur bisa bersilaturahmi dengan para kiai di Surabaya. Bahkan itu dilakukan sejak dirinya menjadi polisi.

"Kami sering salat, makan bareng. Alhamdulillah juga dekat dengan ulama. Saat jadi kapolda juga demikian. Istilahnya ngalap berkah. Siapa tahu ketularan baiknya," ujar Machfud Arifin.

Mantan Kapolda Jatim ini pun menegaskan tidak pernah meminta dukungan, apalagi mengharapkan dukungan. Namun Machfud Arifin mengatakan mereka menggunakan hak pilihnya dengan mendukung dirinya.

Para kiai NU di Surabaya dukung dan doakan Machfud Arifin jadi wali kotaPara kiai NU di Surabaya dukung dan doakan Machfud Arifin jadi wali kota

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ketika ditanya soal pembangunan pesantren dan sekolah swasta di Surabaya, Machfud Arifin menjanjikan tidak akan ada dikotomi. Ia juga menyayangkan tidak adanya sentuhan dan perhatian pemerintah terhadap pendidikan pesantren.

"Pendidikan ini nggak disentuh. Guru ngaji Rp 350 ribu dan nggak didengerin. Akan dibantu dan dipertimbangkan. Dari CSR atau APBD. Akhlak moral dibentuk di pesantren, tapi masak nggak diperhatikan pemkot," ungkapnya.

Ke depan, Machfud Arifin berjanji bahwa programnya tidak hanya memperkuat pesantren, tapi juga mengusahakan tidak ada dikotomi pendidikan.

"Bukan hanya memperhatikan dan mengembangkan sekolah negeri. Tapi juga akan perhatikan muridnya, gurunya dan semua pihak," pungkas arek asli Ketintang, Surabaya tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.