Jumat, 12 Jun 2026 05:48 WIB

Pilihan Pembaca: Risma Disebut Menangis hingga Warga Dolly

  • Penulis :
  • | Senin, 16 Nov 2020 09:29 WIB
Mat Mochtar dan Machfud Arifin
Mat Mochtar dan Machfud Arifin

jatimnow.com - Berita ketika Risma disebut menangis mengaku 'dibuang' Bambang DH menjadi pilihan pembaca pertama pada Minggu (15/11/2020).

Selanjutnya relawan Risma minta maaf kepada warga Dolly dan menebus dosa mengajak untuk memenangkan Machfud Aarifin-Mujiaman Sukirno di Pilwali Surabaya 2020.

Baca Juga: Kolaborasi Unisla, Arema Lolos Lisensi AFC, Tim Raimas Kalam Munyeng

Redaksi merangkum ketiga berita itu:

Ketika Risma Disebut Menangis Mengaku 'Dibuang' BDH, Betulkah?

Menjelang purna tugas, mengalir cerita masa lalu Tri Rismaharini sebelum menjadi wali kota Surabaya dua periode, Minggu (15/11/2020).

Risma disebut pernah menangis saat curhat ke Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi saat itu.

Untuk mengetahui kisah lengkapnya, simak tulisan Ferry Is Mirza y atau akrab disapa Fim yang saat itu menjadi sekretaris pribadi Arif Afandi.

Waktu mengeluh dan curhat itu Risma sambil menangis memohon ke Pak AA agar dibantu tak lagi jadi Kalitbang.

Jadi Korban Pencitraan, Relawan Risma ini Minta Maaf ke Warga Dolly

Baca Juga: Hidupkan Bandara, PMI Terkurung dalam Peti Es, Disorientasi Seksual

Mat Mochtar, kader PDI Perjuangan (PDIP) lama yang pernah menjadi Relawan Risma saat Pemilihan Wali Kota Surabaya 2010 dan 2015 ini mengutarakan dosa-dosanya terhadap warga eks lokalisasi Dolly dan Jarak.

Itu disampaikan Mat Mochtar di sela acara sapa warga dengan Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin, Minggu (15/11/2020).

Mat Mochtar juga menyampaikan permohonaan maaf ke warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly.

Tebus Dosa, Relawan Risma ini Ajak Warga Dolly Menangkan MAJU

Baca Juga: Prajurit Tewas, DPRD Jatim Desak Penguatan Perda, Mbak Vinanda Sidak

Kader PDIP yang juga mantan relawan Tri Rismaharini (Risma), Mat Mochtar ingin menebus dosa setelah melihat dan mendengar jeritan warga yang perekonomian 'mati' pasca penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak.

"Dengan pentutupan Dolly, pencitraan Bu Risma semakin naik, tapi masyarakat Dolly semakin menjerit," kata Mat Mochtar di depan warga eks lokalisasi Dolly dan Jarak, pada acara sapa warga dengan Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin di Dolly, Minggu (15/11/2020).

"Silahkan Dolly ditutup, tapi perekonomian Dolly tidak boleh ditutup saudara-saudara," jelasnya.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.