Minggu, 14 Jun 2026 08:57 WIB

Bupati Anas Terima Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda dari Khofifah

  • Penulis : Rony Subhan
  • | Minggu, 15 Nov 2020 09:34 WIB
Gubernur Khofifah serahkan sertifikat kepada Bupati Anas
Gubernur Khofifah serahkan sertifikat kepada Bupati Anas

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas secara simbolis menerima sertifikat dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Paranwansa atas terpilihnya Mocoan Lontar Yusuf sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, sejumlah sertifikat WBTB lain juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah di rangkaian acara Aktivasi Seni Budaya Daerah 2020 di Pantai Villaa Solong, Sabtu (14/11/2020) malam.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto mengatakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan salah satu tradisi budaya masyarakat Osing Banyuwangi yakni Mocoan Lontar Yusuf sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

"Ada sekitar 20 yang telah diakui oleh pemerintah pusat sebagai warisan budaya tak benda, salah satunya Mocoan Lontar Yusuf dari Banyuwangi," kata Sinarto.

Dia menambahkan WBTB merupakan sebuah pengakuan pemerintah terahadap produk budaya tradisi yang ada di daerah.

Dia mengungkapkan perlu diakuinya budaya tradisi oleh pemerintah supaya nilai-nilai budaya yang telah terbentuk tetap lestari serta mempermudah langkah untuk memajukan kebudayaan tersebut.

"Warisan budaya terebut semua berjalan di tengah-tengah masyarakat dan terus dilakukan oleh warga. Itu salah satu alasan pemerintah pusat mengakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda," ungkapnya.

Mocoan Lontar Yusuf merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat suku Osing Banyuwangi berupa pembacaan lontar (naskah) Yusuf.

Lontar Yusuf sendiri adalah kitab kuno yang tertulis dengan aksara pegon dan berisi tentang Kisah Nabi Yusuf.

Bentuknya berupa puisi tradisional yang terikat dalam aturan yang disebut pupuh. Total dalam Lontar Yusuf terdapat 12 Pupuh, 593 bait dan 4.366 larik.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Alhamdulillah, budaya dan tradisi Banyuwangi kembali ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), melengkapi tradisi lain yang telah ditetapkan sebelumnya. Apresiasi ini akan menambah semangat untuk terus lebih giat menjaga dan melestasikan tradisi luhur Banyuwangi,” kata Bupati banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Sebelumnya, sejumlah budaya tradisi Banyuwangi juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Antara lain Janger, Seblang Olehsari dan Bakungan, hingga Keboan Aliyan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY. Bramuda menambahkan Mocoan Lontar Yusuf merupakan salah satu tradisi suku Osing Banyuwangi yang dipertahankan dari generasi ke generasi.

Tradisi yang erat dengan kehidupan spiritualitas warga Osing ini hidup dan terus dilestarikan oleh warga hingga saat ini.

"Tim Kementrian telah melakukan proses validasi atas tradisi ini. Mereka datang langsung ke Desa Kemiren tempat bermukim warga Osing Banyuwangi. Mereka melihat bagaimana warga membacakan Lontar Yusuf dengan gaya dan kekhasannya. Tidak hanya oleh generasi tua namun generasi muda juga aktif melakukan pembacaan Lontar Yusuf ini. Dan akhirnya mereka memutuskan Mocoan Lontar Yusuf masuk sebagai warisan budaya tak benda," ujar Bramuda.

Baca Juga: Hadiri Acara Sanggring Kolak Ayam, Wabup Gresik Sebut Hal Ini Untuk Warga Gumeno

Pembacaan lontar Yusuf dilakukan pada saat-saat tertentu yang dianggap penting. Misalnya mengiringi prosesi adat seperti adat Seblang di Kelurahan Bakungan, dan tradisi Tumpeng Sewu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Dapat juga di prosesi selamatan yang berkaitan dengan siklus kehidupan. Seperti proses kelahiran, khitan dan perkawinan. Pembacaan ini biasanya dimulai selepas Isya dan baru berakhir menjelang Subuh.

Saat ini, naskah Lontar Yusup tersimpan di sejumlah masyarakat Banyuwangi. Salah satu naskah tertua berangka tahun 1829 atau sekitar 1890-an dalam kalender masehi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Para tersangka biasa menjalankan operasinya di sekitaran Gresik dan Lamongan.