Senin, 15 Jun 2026 03:57 WIB

Ketika Risma Disebut Menangis Mengaku 'Dibuang' BDH, Betulkah?

 Wali Kota Tri Rismaharini saat murka ketika mengetahui mobil bantuan dari BNPB dialihkan ke kota lain di Jawa Timur.\
Wali Kota Tri Rismaharini saat murka ketika mengetahui mobil bantuan dari BNPB dialihkan ke kota lain di Jawa Timur.\

jatimnow.com - Menjelang purna tugas, mengalir cerita masa lalu Tri Rismaharini sebelum menjadi wali kota Surabaya dua periode, Minggu (15/11/2020).

Risma disebut pernah menangis saat curhat ke Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi saat itu.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Untuk mengetahui kisah lengkapnya, simak tulisan Ferry Is Mirza y atau akrab disapa Fim yang saat itu menjadi sekretaris pribadi Arif Afandi.

"Tahun 2004, saat Arif Afandi (AA) menjadi Wawali (wakil wali kota) Surabaya, saya diminta untuk jadi sekretaris pribadinya (Spri).

“Resmi lho, jadi spri selama hampir setahun. Saya akhirnya dikenal dan kenal pejabat teras, termasuk Pak Fadhil waktu itu menjabat Assisten dan Sekretaris kota (Sekkota) dijabat Pak Soekamto waktu itu,” bebernya.

Pada awal pemerintahan Bambang Dwi Hartono (BDH) – Arif Afandi (AA), kira-kira tiga bulan berjalan, akan ada penyusunan/pengisian jabatan sebagai kabinet kerjanya pasangan BDH-AA periode 2004 - 2009.

Dalam kaitan pengisian jabatan itu, AA adalah Ketua Baparjakat, sedangkan Sekkota Pak Soekamto selaku Sekretaris Baparjakat.

“Nah sebagai Spri, saya ‘melekat’ dengan AA. Bahkan, saya tinggal juga di rumah dinas Wawali di Kupang Indah 1/15, Surabaya,” ungkapnya.

Karena bakal ada pengisian jabatan kabinet BDH-AA, banyak juga pejabat yang mencoba ‘mendekat’ ke saya yang tujuannya bisa bertemu Pak AA, celotehnya.

Sebagai Spri dan orang baru di lingkungan Pemkot Surabaya masih disebut (Kota Madya Surabaya, red) “Saya tidak hafal nama atau jabatan pejabat yang ada. Kecuali level Asisten, seperti Pak Fadhil, Pak Muchlas Udin,” paparnya.

Saat menjelang rapat Baparjakat di Hotel Majapahit, suatu petang Satpol di rumdin lapor ke saya (spri) bahwa ada tamu Bu Risma mau menghadap Pak AA. Saya pas sedang kongkow dengan Pak AA di teras belakang rumdin.

"Temuin Mas Fim dan tanya dari mana," kata Pak AA meminta saya menemui tamu bernama Risma itu.

Begitu bertemu, tamu perempuan paruh baya bernama Risma dengan sok akrab menyambut saya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

“Pak Ferry, saya Bu Risma Kepala Balitbang. Mohon disampaikan ke Bapak, saya sowan,” pinta Risma..

Saya balik kanan, melapor ke Pak AA. “Onok opo yo Mas Fim ? Yo wis kongkon melbu nang kene ae (Ada apa ya, ya sudah suruh ke sini saja),” ujar Pak AA seingat saya waktu itu.

Singkat kisah, duduklah si Risma di kursi tamu beranda tengah rumdin. Lalu, Pak AA datang dan menerima jabat tangan Risma.

Saya sebagai spri tahu diri (etika) harus meninggalkan ruangan itu. Namun, “Mas Fim di sini saja,” pinta Pak AA. Duduklah saya mendampingi Pak AA dan mendengar keluhan serta curhat si Risma yang mengaku dikuyo-kuyo BDH "dibuang” dengan jabatan Kabalitbang.

Waktu mengeluh dan curhat itu Risma sambil menangis memohon ke Pak AA agar dibantu tak lagi jadi Kalitbang.

Seminggu seusai bertemu di rumdin, Risma datang ke rumah orangtua Pak AA di Gogotdeso, Kabupaten Blitar.

Saat itu Pak AA mengkhitankan Nizar putranya. Pak AA tanya ke saya, “Mas Fim, kok Bu iku (Risma, red) tekok rene?” Saya jawab dengan bahasa tubuh mengangkat bahu tanda tidak tahu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Sekitar dua minggu setelah pertemuan itu, rapat Baparjakat memutuskan beberapa jabatan kabinet BDH-AA.

Nah, si Risma akhirnya pindah dari Balitbang ke DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) sebagai kepalanya.

Sejak Risma jadi Ka DKP tak pernah menemui Pak AA, apalagi dengan saya.

Sampai Risma “dibesarkan” Jawa Pos dengan berita-berita keberhasilan menghijaukan kota Surabaya yang sebenarnya adalah tugas tanggungjawabnya.

Dan pada tahun 2014, saya saat bersama Walkot KWB (wali kota Kota Wisata Batu) Mas ER sedang menunggu boarding di Bandara Soetta, lewatlah Risma. Yang dia salami hanya Mas ER. Saya cuma disapa Bu Yayuk."

 

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.