Rabu, 17 Jun 2026 21:28 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Tak Ingin Disebut Cawali 'Gaib', Machfud Arifin Jalan Kaki Sapa Warga

Cawali Machfud Arifin menikmati jamu di Gubeng Airlangga, Surabaya
Cawali Machfud Arifin menikmati jamu di Gubeng Airlangga, Surabaya

jatimnow.com - Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya Nomor Urut 2, Machfud Arifin berjalan kaki sejauh 2 kilometer menyapa warga di Kelurahan Airlangga dan Barata Jaya, Kecamatan Gubeng, Kamis (12/11/2020).

Sistem kampanye baru itu berbeda dengan sebelumnya. Bila sebelumnya ia membuat agenda sapa warga yang mengajak warga berdiskusi dan membicarakan keluhan, kampanye kali ini mengajak warga untuk berdialog secara singkat, kemudian berjalan menemui warga di wilayah kampung lain.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dari pantauan di lokasi, atmosfer warga Gubeng yang mayoritas tinggal di atas tanah surat ijo (hijau) itu mendambakan kedatangan mantan Kapolda Jatim tersebut untuk menyapa mereka.

Di sana warga sudah menyambut Machfud dengan antusias. Tidak sedikit dari mereka yang mengajak Machfud Arifin untuk berfoto dan meminta tanda tangan.

"Oh iyo, temenan onok brengose (beneran ada kumisnya). Wonge ngguanteng, nggak kaget lek mantan kapolda (orangnya ganteng, nggak kaget kalau mantan kapolda)," ujar Ratna, salah satu warga Gubeng Airlangga yang mengikuti karnaval.

Ratna mengaku senang kampungnya dikunjungi oleh Machfud Arifin. Dia merasa agenda blusukan akan mengingatkan Machfud Arifin bila nanti menjadi wali kota Surabaya.

Cawali Machfud Arifin saat jalan kaki menyapa warga di Kelurahan Barata Jaya, Gubeng, SurabayaCawali Machfud Arifin saat jalan kaki menyapa warga di Kelurahan Barata Jaya, Gubeng, Surabaya

"Jadi bakal ingat dulu pernah menjanjikan apa di sini. Nggak ngapusi (nggak bohong)," ujarnya antusias.

Machfud Arifin juga menyapa para pedagang di kampung tersebut saat melintas. Seperti halnya saat berada tepat di Gubeng Airlangga, dia ngobrol bersama penjual jamu. Di sana, dia menikmati jamu bersama warga.

Arek asli Ketintang, Surabaya ini juga mengajak para warga untuk memberikan suaranya pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali), 9 Desember 2020 dalam menentukan pemimpin Surabaya Next Level.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Waktu sudah semakin mepet. Nggak sampai sebulan lagi sudah pencoblosan. Sebisa mungkin semua warga bertemu langsung dengan saya. Jangan sampai dikira seperti barang gaib. Ada gambarnya, ada fotonya, ada di mana-mana, tapi nggak bertemu langsung," tutur Machfud Arifin.

Machfud Arifin didampingi tim suksesnya memulai safarinya keliling dari satu RT ke RT lain pada sore hari di wilayah Gubeng hingga ke wilayah Krukah Surabaya.

Sementara itu, selama berjalan dan berkeliling Machfud Arifin memastikan jika dipercaya menjadi Wali Kota Surabaya tahun 2021 nanti ia akan memasang komitmen tinggi untuk melakukan visi dan misinya.

“Kalau kampanye begini, ada kedekatan dengan warga walaupun sebentar. Soal visi, pasti saya lakukan,” tuturnya.

Cawali Machfud Arifin saat menyapa warga Gubeng Airlangga, SurabayaCawali Machfud Arifin saat menyapa warga Gubeng Airlangga, Surabaya

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sapaan singkat dirasa Machfud akan berdampak besar. Terlebih lagi, visi dan misinya sudah tertulis di berbagai tempat. Ketika mengunjungi wilayah Gubeng, Machfud Arifin mengaku sudah merasakan atmosfir kemenangan.

Sebab Machfud Arifin memiliki janji untuk mneyelesaikan masalah surat ijo yang masih membelunggu warga Surabaya hingga sekarang. Langkah awal ketika dia jadi wali kota, dia akan membebaskan retribusi surat ijo.

"Atmosfir kemenangan di Gubeng sudah terasa. Permasalahan surat ijo masih menjadi polemik di sini. Saya pastikan saya akan hadir di depan bersama warga surat ijo untuk menyelesaikannya," tegas Machfud Arifin.

Cawali Machfud Arifin saat menyapa warga Gubeng Airlangga, SurabayaCawali Machfud Arifin saat menyapa warga Gubeng Airlangga, Surabaya

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.