Jumat, 12 Jun 2026 12:56 WIB

Pilihan Pembaca: Bocah Ditemukan hingga Rel Trem Peninggalan Belanda

  • Penulis :
  • | Kamis, 12 Nov 2020 09:24 WIB
Bocah yang ditemukan di Magetan
Bocah yang ditemukan di Magetan

jatimnow.com - Berita bocah laki-laki ditemukan di Magetan menjadi pilihan pembaca pertama pada Rabu (11/11/2020). Selanjutnya PDIP diminta tak jumawa atas munculnya Banteng Ketaton. Berita berikutnya adalah rel trem peninggalan Belanda ditemukan di Kota Malang.

Redaksi merangkum ketiga berita itu:

Baca Juga: Kolaborasi Unisla, Arema Lolos Lisensi AFC, Tim Raimas Kalam Munyeng

Bocah Laki-laki Ditemukan di Magetan, Mungkin Anda Keluarganya?

Seorang bocah laki-laki ditemukan di Desa Ginuk, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Saat ditemukan warga, bocah tersebut mengenakan baju kotak warna biru putih dan memakai kacamata hitam.

Kapolsek Karas, AKP Bayu Nirbaya Bhakti membenarkan jika bocah itu telah dibawa oleh warga ke Mapolsek.

"Sudah dibawa ke Mapolsek Karas. Kata warga yang bawa itu, bocah berada di pinggir jalan besar," ujar AKP Bayu, Rabu (11/11/2020).

Muncul Banteng Ketaton, PDIP Diminta Tak Jumawa

Baca Juga: Hidupkan Bandara, PMI Terkurung dalam Peti Es, Disorientasi Seksual

Pengamat politik dari Parliementary Watch Jawa Timur Umar Sholahudin menilai PDI Perjuangan (PDIP) terlalu percaya diri menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020.

Umar juga menilai munculnya kader-kader PDIP, Banteng Ketaton Surabaya yang beralih memberikan dukungan untuk Pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (MAJU), juga bakal menjadi kerikil-kerikil politik.

"Munculnya Banteng Ketaton ini menjadi ujian politik bagi PDIP, karena bagaimanapun juga kader-kader 'pembelot' adalah kader ideologis. Apabila tidak ditangani serius bisa menjadi kerikil politik di internal PDIP," ujar Umar, Rabu (11/11/2020).

Rel Trem Peninggalan Belanda Ditemukan di Kota Malang

Baca Juga: Prajurit Tewas, DPRD Jatim Desak Penguatan Perda, Mbak Vinanda Sidak

Pekerja proyek pembangunan Kayu Tangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang menemukan rel trem diduga peninggalan zaman Kolonial Belanda.

Temuan itu didapat setelah alat berat yang dikendalikan pekerja menyikap aspal jalan. Aspal itu nantinya akan diganti dengan paving. Diperkirakan rel ini sangat panjang dan jadi salah satu akses penghubung.

Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Agung H Buana menduga rel itu bekas Malang Stoomtram Mij (MS) pada Tahun 1895 silam. Atas temuan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.