Sabtu, 20 Jun 2026 10:41 WIB

Tekan Tindak Kejahatan, Operasi Yustisi Digelar di Kawasan Indekost

Petugas saat menyisir indekos./Foto: Arry Saputra.
Petugas saat menyisir indekos./Foto: Arry Saputra.

jatimnow.com - Untuk menanggulangi tindak kejahatan di wilayah padat penduduk, Kelurahan Wonorejo melaksanakan operasi yustisi pada Jum'at (25/5/2018). Mereka menyisir tempat yang dianggap mencurigakan.

Dalam operasi tersebut, pihak kelurahan didampingi jajaran Ketua RT dan RW setempat menyisir sejumlah rumah kos di kawasan Jalan Wonorejo III.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Lurah Wonorejo Chusnul Aini menjelaskan, operasi ini merupakan bentuk dukungan program Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menekan angka urbanisasi, dimana warga luar kota harus mematuhi aturan kependudukan apabila tinggal di Kota Surabaya.

"Kegiatan rutinan ini merupakan bagian dari pencegahan terhadap penduduk non permanen, sekaligus mencegah aksi pendatang berperilaku kriminalitas," ujar Chusnul saat menyisir gang-gang sempit di kawasan Wonorejo.

Menurut Chusnul, penertiban dokumen kependudukan warga non permanen bukan hanya dilakukan pascaperistiwa teror bom. Namun sebelum ada kejadian yang sempat meresahkan masyarakat Indonesia ini sudah dilakukan secara rutin sebelumnya.

"Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi yang menerapan penertiban KTP warga non permanan. Tentunya sangat penting karena bisa meminimalisir angka kriminalitas di wilayah Surabaya dan sebagai bentuk menjaga kerukunan, dan ketertiban,” imbuh Chusnul.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Saat dilakukan sidak, Chotijah (38) selaku tuan rumah atau pemilik kos yang ada di RT 02/RW 05 mengaku kaget dengan kedatangan petugas kelurahan yang meminta dokumen kependudukan para penghuni kos.

“Sempat kaget dengan kedatangan bu lurah yang mendata KTP para penghuni kos. Namun dengan digagasnya operasi bagi warga non permanen ini bisa menanggulangi tindak kejahatan, contohnya seperti teror bom bunuh diri kemarin,” akunya.

Dalam operasi tersebut, persyaratan yang harus dimiliki penghuni kos adalah KTP. Sementara untuk pasangan suami istri harus memiliki surat nikah yang jelas agar mengurangi tindak kejahatan asusila.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Sebanyak 27 penduduk yang terdata, terdapat 3 penduduk non permanen dalam operasi tersebut.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.