Selasa, 23 Jun 2026 05:13 WIB

Pungli Pedagang, Ketua Paguyuban PKL di Madiun Diciduk Polisi

Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka/Foto: Mita Kusuma
Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka/Foto: Mita Kusuma

jatimnow.com - Bukannya menjamin anggota paguyubannya hidup sejahtera, Ketua Paguyuban Pedagang Sembilan Muda (PSM) Alun-Alun Mejayan, Kabupaten Madiun berinisial SW malah menjadi otak pungutan liar (pungli).

Bahkan, pungli terhadap PKL di Alun-Alun Mejayan sudah terjadi selama tiga tahun.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Tak main-main, selama tiga tahun SW melakukan pungli sebesar Rp 235.100.000. "Uang sebesar itu didapatkan melalui pungli yang disertai ancaman," kata Kasubag Humas Polres Madiun, AKP Sumantri, Jumat (25/5/2018).

Ia menjelaskan, terungkapnya kasus ini setelah belasan PKL wadul ke Polres Madiun bahwa tersangka tak segan melakukan kekerasan. Mereka dipaksa membayar, alasannya sebagai uang jaminan anggota PSM.

"Jika tidak akan digeser tempatnya. Punglinya mulai Rp 100.000 sampai Rp 900.000. Sangat bervariasi," tegasnya.

Tidak hanya itu, lanjut ia, SW juga memungut uang restribusi. Jumlahnya juga bervariasi, mulai Rp 2000 sampai Rp 5000.

Sumantri menjelaskan sejauh ini baru ketua paguyuban tersebut yang ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan SR yang bertugas sebagai bendahara paguyuban yang mengelola uang hasil pungli dan SG selaku pelaksana lapangan yang menarik atau memungut uang jaminan dan harian masih berstatus saksi.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

"Saat ini tersangka masih satu, ketua paguyuban. Penetapan tersangka lain masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik," terangnya.

Dalam tiga tahun terakhir, paguyuban ini telah memungut pedagang dengan nilai mencapai Rp235 juta.

Itu bersumber dari uang jaminan PKL senilai Rp35 juta dan uang pungutan setiap hari yang mencapai Rp200 juta.

Uang pungutan tersebut selama ini digunakan menggaji pengurus paguyuban totalnya Rp188 juta, memasang listrik dan beli alat elektronik Rp10 juta, membeli peralatan parkir Rp4,5 juta, sound system Rp4 juta, lima HT Rp2,5 juta, hiburan hampir Rp5 juta, dan pengeluaran lainnya.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

"Dari uang pungutan yang dikumpulkan itu. Saat ini hanya tersisa Rp8,7 juta. Itu kami jadikan barang bukti beserta sejumlah barang elektronik yang dibeli dari pungutan," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.