Minggu, 21 Jun 2026 00:45 WIB

Sebelum Ditemukan Tewas di Hutan, Orangtua Gilang Sempat Cek Cok

Petugas saat mengevakuasi jasad bayi Gilang/Foto: Dok. jatimnow.com
Petugas saat mengevakuasi jasad bayi Gilang/Foto: Dok. jatimnow.com

jatimnow.com - Kasus tewasnya Febian Gilang Ramadhani, bayi berusia 5 bulan yang ditemukan di kawasan Hutan Ponorogo, Dusun Klegon, Desa Mrican, Kabupaten Ponorogo, Kamis (25/5/2018) lalu masih menyisakan tanda tanya.

Sebab, hingga kini polisi belum bisa menguak motif dibalik tewasnya bayi Gilang.

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

Namun, sebelum peristiwa tersebut terjadi sempat, terkuak mengapa bayi Gilang dibawa kabur oleh sang ibu Tutik Setyorini.

Baca juga: Bayi Penuh Luka di Kepala Ditemukan di Kawasan Hutan Ponorogo

Dari pengakuan sang ayah, Hariyono, yang didapat oleh polisi menyebutkan jika mereka berdua sempat sempat cek cok (berantem).
"Pengakuan dari ayah si bayi, sebelum kabur mereka sempat adu mulut dengan sang istri," kata Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Jumat (25/5/2018).

Namun, lanjut ia, sang ayah berpikir semua akan kembali normal seperti semula. Alangkah kagetnya selepas adu mulut, sang istri kabur dengan membawa anaknya.

"Bapaknya kembali shock ketika mendapati anaknya ditemukan meninggal. Apalagi dengan penuh luka di kepala dan pipi," tambah Sudarmanto.

Baca juga: Ibu Bayi Penuh Luka di Kepala di Hutan Ponorogo Ditemukan Sedang Shock

Baca Juga: Duo WNA China Tertangkap Tangan Lakukan Pencurian di Pesawat Citilink

Sebelumnya, bayi penuh luka di bagian kepala ditemukan di kawasan hutan masuk Dusun Klegon, Desa Mrican, Kabupaten Ponorogo, Kamis (24/5/2018) sore. Bayi yang sudah tewas tersebut diketahui bernama Febian Gilang Ramadan, berjenis kelamin laki-laki.

Saat ditemukan, anggota Polsek Jenangan pun segera mengamankan dan membungkusnya dengan jarik.

"Awalnya memang ada laporan penemuan bayi. Ada penuh luka di kepala dan pipi," kata Kapolsek Jenangan AKP Haryo Kusbintoro, Kamis (24/5/2018).

Reporter: Mita Kusuma

Baca Juga: Kasus Kriminal Selama 2025 di Trenggalek Didominasi Kekerasan dan KDRT

Editor: Erwin Yohanes

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.