Pilkada Ponorogo 2020
Terima Keluh Kesah Pengrajin Batu Bata, Ini Solusi Ipong Muchlissoni
- Penulis : Mita Kusuma
- | Minggu, 25 Okt 2020 18:09 WIB
jatimnow.com - Calon Bupati Ipong Muchlissoni menyapa para pengrajin batu bata yang berada di Desa Patihan Kidul, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (25/10/2020).
Calon bupati petahana itu dicurhati para pengrajin batu bata. Mereka mengadu bahwa usaha batu bata kini tidak seramai dahulu.
Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
"Dulu ada 50 pengrajin batu bata. Sekarang tinggal 20 pengrajin saja," ujar salah satu pengrajin batu bata, Cahyo.
Kondisi sekarang menurutnya sangat kekurangan modal. Jika ada modal, keuntungan yang didapat hanya bisa untuk makan sehari-hari.
"Yang beli nggak tentu. Kadang-kadang ada yang beli kadang nggak. Satu bulan ya belum tentu kadang 1000, 2000 terjual. Pernah juga sampai 5000 ribu," ujar dia.
Menurutnya, kendalanya sekarang ada di modal. Selama ini modal didapat dari cara meminjam. Selain itu, pembeli juga semakin sulit dan hanya dari lingkungan Desa Patihan Kidul saja.
"Soalnya sekarang saingannya ada batako itu dan bata ringan. Dua tahun terakhir karena ada batu ringan," jelasnya.
Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai
Ipong Muchlissoni mengatakan bahwa kegiatan membuat batu bata dilakukan sejak turun temurun puluhan tahun yang lalu.
Ia menyebut, jika dirinya terpilih kembali memimpin Ponorogo maka solusinya bukan modal yang akan ditambah. Namun bagaimana pemerintah membantu meningkatkan pasar agar batu bata harganya naik.
"Kalau disuntik modal dan harganya tetap maka pinjaman itu akan habis untuk makan lagi. Jalannya ya pemerintah harus membantu mencarikan pasar," katanya.
Baca Juga: Pegadaian Kanwil XII Surabaya Resmikan TGCL ke-32 di Universitas Jember
Ia juga mengajak para pengrajin batu bata beralih ke sistem yang lebih modern.
"Ya sebenarnya batu bata yang diproduksi itu masih layak dan bagus dipakai," pungkasnya.

URL : https://jatimnow.id/baca-30846-terima-keluh-kesah-pengrajin-batu-bata-ini-solusi-ipong-muchlissoni