Kamis, 18 Jun 2026 14:28 WIB

Ingin Menangi Pilwali, Kader Tua PDIP Surabaya Mulai 'Turun Gunung'

Saleh Ismail Mukadar (baju hitam) saat memimpin deklarasi 'Posko Banteng Lawas' di Surabaya
Saleh Ismail Mukadar (baju hitam) saat memimpin deklarasi 'Posko Banteng Lawas' di Surabaya

jatimnow.com - Kader-kader tua atau senior PDI Perjuangan (PDIP) di Surabaya 'turun gunung' dengan keinginan menang di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020. Mereka menggerakkan 'Posko Banteng Lawas' untuk menggalang suara.

Deklarasi 'Posko Banteng Lawas' dilakukan Kamis (22/10/2020) dipimpin Ketua DPC PDIP Surabaya periode 2005-2010 Saleh Ismail Mukadar dan mantan wali kota Surabaya yang kini menjadi anggota DPR RI, Bambang DH.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, kehadiran para kader senior membuat gerak pemenangan jago PDIP yaitu Eri Cahyadi-Armudji (Erji) kian melaju kencang.

"Beliau-beliau adalah pejuang partai. Bahkan sejak era orde baru di mana Ibu Megawati Soekarnoputri dikuyo-kuyo oleh rezim. Beliau-beliau kenyang pengalaman dan punya akar yang kuat. Tentu ini semakin memperkencang gerak pemenangan Mas Eri dan Cak Armudji, yang tak lain adalah kemenangan rakyat," ujar Adi seperti dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Adi menambahkan, para 'banteng lawas' mempunyai pengaruh di kalangan Sukarnois, rakyat kecil dan kaum nasionalis.

"Kerja gotong royong memastikan bahwa kekuatan rakyat, wong cilik di kampung-kampung akan mampu mengalahkan kekuatan politik yang mengandalkan uang dan tradisi transaksional semata dalam Pilkada 9 Desember mendatang," jelas Adi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dalam deklarasi dukungan dari para 'banteng lawas' itu, Saleh Ismail Mukadar menyebut bahwa kepentingan wong cilik di Surabaya harus terus dibela.

"Kami turun tidak sekadar untuk memenangkan. Kami semua tergerak karena ingin kepemimpinan PDI Perjuangan di Surabaya terjaga, yaitu kepemimpinan yang pro wong cilik, yang welas asih, yang menjaga kebhinnekaan. Itu semuanya harus dijaga," ujar Saleh.

"Yang namanya banteng, sampai kapan pun ya tetap banteng. Maka kami solid bergerak bersatu," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Saleh mengatakan, para 'banteng lawas' harus berjuang sekuat tenaga membela wong cilik.

"Banteng berdiri di garis terdepan untuk membela wong cilik dan rakyat kebanyakan," tegas Saleh.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.