Selasa, 23 Jun 2026 04:40 WIB

Aksi Patriotik Tukang Becak di Pasuruan Patungan Ganti Bendera Rusak

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 20 Okt 2020 14:07 WIB
Tangkapan layar video viral aksi patriotik para tukang becak di Pasuruan patungan ganti bendera merah putih yang rusak
Tangkapan layar video viral aksi patriotik para tukang becak di Pasuruan patungan ganti bendera merah putih yang rusak

jatimnow.com - Video berisi aksi para tukang becak mengganti bendera merah putih yang usang dan rusak di Jalan Raya Simpang Pegadaian, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan viral di media sosial (medsos).

Salah satu akun Facebook yang memposting aksi patriotik bapak-bapak penarik becak itu adalah Henry Sulfianto. Terdapat dua video yang diposting Henry pada pukul 22.00 Wib, Senin (19/10/2020). Masing-masing berdurasi 52 detik dan 32 detik.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Simbol NKRI terkoyak. Abang becak urunan ganti bendera," tulis Henry seperti dilihat jatimnow.com, Selasa (20/10/2020).

"Saya ini melihat bendera begini kok tega-teganya ya mas. Saya sebagai penerus bangsa kok gak tega. Berarti kita tidak menghormati pahlawan dulu mas. Setiap hari lewat sini saya terenyuh melihat jasa pahlawan kita," jelas pria yang mengaku bernama Bambang Harianto dalam video tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Bambang Harianto mengatakan bahwa saat itu ia bersama empat temannya yang sama-sama penarik becak di Stasiun Bangil, mengganti bendera merah putih yang sudah usang dan rusak tersebut.

Para tukang becak di Pasuruan yang patungan untuk mengganti bendera merah putih yang rusakPara tukang becak di Pasuruan yang patungan untuk mengganti bendera merah putih yang rusak

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

"Saya saat itu bersama empat teman saya, Suroso, Dowi, Bambang dan Samsul atau Panjul yang sama-sama penarik becak di Stasiun Bangil. Saat itu sekitar habis Salat Ashar kemarin (19/10/2020), kita mengganti bendera yang rusak itu," ungkap pria 60 tahun itu.

Terkait tujuan aksi mengganti bendera itu, para penarik becak ini mengaku miris dengan rusaknya bendera negara yang terpasang di pinggir jalan itu.

"Saya sebagai warga negara, melihat bendera seperti itu tidak tega. Kita sebagai generasi penerus ini harus menghargai jasa para pahlawan yang dulu berjuang," tutur Bambang.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

Untuk mengganti bendera yang rusak itu, Bambang dan empat temannya mengaku patungan dari penghasilan pekerjaan mereka sebagai penarik becak.

"Ini kita urunan (patungan) pak. Kita beli bendera ini Rp 30 ribu. Kita tukang becak ini miris melihat bendera negara seperti itu," tambah Dowi (55).

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.