Kamis, 18 Jun 2026 21:11 WIB

Semarak HUT ke-19 Kota Batu, Disparta Gelar Lomba Layang-Layang Hias

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq

jatimnow.com - Layang-layang hias dengan sentuhan artistik bakal menghiasi langit Kota Batu pada 25 Oktober 2020. Gelaran yang diprakarsai Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu ini jadi bagian semarak HUT ke-19 Kota Batu.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparta) Kota Batu, Arief As Siddiq menyebut, lomba layang-layang itu dipilih karena mudah dalam menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker. Lomba ini juga bisa menjadi wadah kreativitas masyarakat.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Kegiatan ini untuk menyemarakkan HUT Kota Batu. Makanya, tampilkan dan tuangkan kreativitasmu agar layang-layangmu bisa tampil sebagus mungkin. Karena tampilan itu bisa menjadi daya tarik penonton dan juri," jelas Arief, Senin (19/10/2020).

Karakter layang-layang unik yang akan dipertontonkan para peserta bisa menjadi nilai tersendiri dan berpeluang besar memenangkan perlombaan dengan total hadiah jutaan rupiah. Arief berharap lomba ini juga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berwisata ke Kota Batu.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Sehingga dapat mengukuhkan Kota Batu sebagai kota dengan beragam wisatanya dan menyedot banyak animo wisatawan lokal maupun luar daerah. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," tutur dia.

Menurut Arief, lomba ini juga bisa menjadi gelaran perekonomian pedagang. Begitu pula dengan pengrajin layang-layang, karena mereka bisa menjajakan kerajinannnya kepada penonton.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Untuk mengikuti lomba ini, peserta cukup mendaftarkan diri dengan biaya hanya Rp 75 ribu. (Adv)

Lomba Layang-layang Hias di Kota BatuLomba Layang-layang Hias di Kota Batu

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.