Kamis, 18 Jun 2026 14:15 WIB

Ketua RW di Surabaya Diingatkan Potensi Hukum Dana Kampung Tangguh

Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jatim, Abdul Malik
Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jatim, Abdul Malik

jatimnow.com - Dana hibah Kampung Tangguh Pemkot Surabaya kepada seluruh RW se Surabaya mendapat sorotan.

Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jatim, Abdul Malik mewanti-wanti agar seluruh Ketua RW berhati-hati jika tidak ingin terjerat hukum.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Menurut saya, Pemkot Surabaya memberikan dana hibah Kampung Tangguh itu sangat terlambat sekali. Di mana kondisi Pendemi (Covid-19) ini sudah menurun," ujar Malik, Sabtu (17/10/2020).

Malik juga mempertanyakan kenapa Pemkot Surabaya baru mencairkan dana Kampung Tangguh tersebut.

"Seharusnya dari kemarin-kemarin. Kalau sekarang sudah terlambat," ungkap Malik.

Malik menduga bahwa pemberian dana hibah Kampung Tangguh sebesar Rp 5 juta setiap RW ini bisa juga untuk tujuan politik.

"Kalau saya lihat, ini merupakan salah satu program salah satu calon wali kota. Karena kalau sekarang, waktunya sudah tidak pas," jelasnya.

Malik juga sempat disambati oleh Ketua RW di kampungnya perihal dana hibah Kampung Tangguh.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Saya juga barusan ditelepon oleh RW saya. Dia tidak mau menerima karena bebannya terlalu banyak. Dia juga bilang, kenapa kok baru sekarang (dana hibah Kampung Tangguh) diberikan, pas waktu mendekati pemilihan wali kota," ungkap Malik.

Malik melanjutkan, dana hibah Kampung Tangguh ini juga bisa membahayakan bagi RW-RW yang menerimanya.

"Membahayakan karena harus ada pertanggungjawaban dari dana yang diterima. Kalau dana sudah diterima dan tidak dilaksanakan, bisa kena pidana korupsi," ungkap Malik.

Untuk itu Malik mewanti-wanti agar seluruh RW di Surabaya berhati-hati dalam menerima dana hibah Kampung Tangguh tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Saya kira Pemkot Surabaya jangan sampai mengorbankan warganya. Alangkah baiknya pemkot yang membelanjakan dananya, kemudian baru bagikan untuk Kampung Tangguh. Biar itu menjadi tanggungjawab pemkot," tambahnya.

Dia meminta kepada seluruh pasangan calon wali kota agar tidak mendompleng kerja keras yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya.

"Kalau seperti ini takutnya nanti kelihatan tidak netral," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.