Kamis, 18 Jun 2026 11:55 WIB

Pilwali Surabaya 2020

GM Jaman Sebut Satpol PP Tebang Pilih Tertibkan APK: Tidak Edukatif!

Penertiban APK Machfud Arifin oleh Satpol PP di jalan kampung Dukuh Menanggal VIII, Surabaya
Penertiban APK Machfud Arifin oleh Satpol PP di jalan kampung Dukuh Menanggal VIII, Surabaya

jatimnow.com - Gerakan Mahasiswa Jagone MA-Mujiaman (GM Jaman) mengecam perilaku tidak adil yang dilakukan oknum Satpol PP Surabaya terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) Pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU).

Ketua GM Jaman, Zainuddin menilai perilaku itu menjadi salah satu indikator tidak sehatnya sistem pemerintahan kota kali ini. Dia menduga tindakan Satpol PP atau pihak terkait itu suatu bentuk intervensi dari atasannya.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Inilah suatu bentuk bahwa Pemkot Surabaya sudah menggunakan kekuasaannya demi kepentingan politik pilwali ini. Tidak mungkin oknum Satpol PP berperilaku demikian tanpa ada intervensi dari birokrasi di atasnya," jelas Zainuddin, Kamis (15/10/2020).

Mantan Ketua Umum Pengurus Kordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur ini menambahkan, jika sistem pemerintahan seperti ini diteruskan, maka tak ubahnya orde baru (orba) meski dalam skala kota.

"Sangat disayangkan sekali kalau ini diteruskan tanpa ada tindakan. Saya yakin orba skala kecil akan tercipta di Surabaya dan bahkan sangat tidak memberikan edukasi politik yang baik untuk masyarakat Surabaya," paparnya.

Penertiban APK Machfud Arifin-Mujiaman oleh Satpol PP di wilayah Sambikerep, SurabayaPenertiban APK Machfud Arifin-Mujiaman oleh Satpol PP di wilayah Sambikerep, Surabaya

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Saya minta ke Pemkot Surabaya, agar memberikan contoh baik pada masyarakat, khususnya pada masing-masing calon di pilwali ini. Mari kita wujudkan politik bersih dan baik tentunya yang sangat demokratis," tambah Zainuddin.

Tanggapan Zainuddin itu dilontrakan setelah beredar video yang memperlihatkan penertiban APK dari Pasangan Calon Nomor Urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman yang ditertibkan Satpol PP.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan Satpol PP terhadap APK Machfud Arifin (MA) di jalan kampung Dukuh Menanggal VIII pada 6 Oktober 2020 itu sangat tidak kooperatif.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dalam video itu terlihat Direktur Kampanye Paslon Nomor 2, Bagiyon yang melakukan protes karena perlakuan Satpol PP yang tebang pilih dan tidak adil.

Begitu pula dengan penertiban yang dilakukan Satpol PP Sambikerep terhadap APK Paslon Machfud Arifin-Mujiaman pada 14 Oktober 2020 yang dinilai dikriminatif. Sebab baliho paslon satunya yang ada di sekitar lokasi tidak ditertibkan.

Dalam video yang beredar, penertiban itu pun diprotes Sekretaris DPC PPP Kota Surabaya, Norman Fauzi Putra.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.