Kamis, 18 Jun 2026 02:09 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Cara Ampuh Gaet Investor Masuk Surabaya Ala Machfud Arifin-Mujiaman

Machfud Arifin dan Mujiaman dalam acara 'Sambung Rasa bersama Calon Pemimpin Surabaya'
Machfud Arifin dan Mujiaman dalam acara 'Sambung Rasa bersama Calon Pemimpin Surabaya'

jatimnow.com - Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (MAJU) memiliki komitmen untuk memperkuat sister city dengan 13 negara.

Dalam acara 'Sambung Rasa bersama Calon Pemimpin Surabaya' yang diselenggarakan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Surabaya di Hotel Majapahit, Rabu (14/10/2020) itu, Machfud Arifin memaparkan bahwa dirinya dan Mujiaman bakal bekerjasama dengan pihak lain, termasuk dengan Kadin, untuk menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Sungguh prihatin buat kita. Investasi di Surabaya masih kalah dengan Bandung, karena ada ketidakyakinan orang-orang untuk investasi di Surabaya," ujar Machfud Arifin.

Acara Sambung Rasa ini juga dihadiri Ny Lita Machfud Arifin, Mujiaman Sukirno, Ketua Tim Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman, Miratul Mukminin atau Gus Amik dan rombongan dari Tim MAJU.

Mantan Kapolda Jatim ini menjelaskan, ada 13 sister city. Seperti Liverpool dari Inggris dan kota-kota lain dari berbagai negara. Namun manfaat dari dampak kerjasama antara Surabaya dengan sister city dinilai Machfud Arifin masih sangat rendah.

"Orang Liverpool ini ngeledek kita arek Suroboyo atau yo opo. Harusnya ada impact dan bisa kita (masyarakat) rasakan," tuturnya.

Machfud Arifin berharap kepada Kadin Surabaya dan berbagai pihak untuk bersama-sama membangun Surabaya lebih maju lagi dan membuat warganya makmur.

"Pemkot Surabaya harus bermitra dengan Kadin. Tapi Pemkot Surabaya bukan bagian daripada Kadin. Kita sebagai mitra kerja," tuturnya.

Machfud Arifin menerangkan, Kota Surabaya sudah bagus dalam periode kepemimpinan saat ini. Namun masyarakat masih merasa perlu perubahan yang lebih baik lagi. Dan menjadikan masyarakat Surabaya bukan sebagai wong cilik atau orang kecil.

"Tapi bagaimana warga Surabaya menjadi orang besar, memiliki daya beli yang bagus. Jangan menjadi orang kecil dan selalu dikasihani. Bantuan untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) saja susah. RT disuruh mengisi aplikasi, tapi bantuannya nggak datang-datang. Pintu rumahnya Pak RT digedor-gedor warga. Miris sekali," ungkap arek asli Ketintang, Surabaya ini.

Machfud Arifin pun berharap, ke depan Pemkot Surabaya bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk Kadin bersama-sama membangun Kota Pahlawan lebih maju lagi dan makmur warganya.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Saya bukan Superman. Saya bukan Superwoman. Tapi kita harus bersama-sama menjadi supertim, bermitra dengan Kadin, untuk bisa membuat loncatan-loncatan Surabaya lebih maju. Membangun Surabaya tidak sendirian," jelasnya.

Dengan gaya serius dan jenakanya, Machfud Arifin meminta calon wakilnya Mujiaman Sukirno memaparkan apa saja yang akan dilakukan ke depan.

"Ada Rp 36 triliun investasi di Kota Surabaya. Investasi dalam negeri hanya empat koma sekian triliun. Investasi asing Rp 0,14 trilun. Ada Rp 32 triliun investasi nonfasilitasi," papar Mujiaman.

"Saya berharap dengan Kadin, ada hal yang perlu kita fokuskan investasi dalam negeri dan investasi asing. Kita bersama Kadin dan kalau belum ada yang menunjukkan jalannya, kita tunjukkan jalannya," tambahnya.

Mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ini melihat investasi di Surabaya masih miris.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Investasi asing Rp 0,14 triliun atau Rp 140 miliar. Itu artinya Surabaya belum dipercaya oleh komunitas masyarakat internasional. Ini peluang kita semuanya," beber Mujiaman.

Pria yang pernah bekerja di perusahaan Amerika Serikat milik Bill Gates ini menceritakan panjang lebar tentang PDAM. Katanya, banyak peluang untuk investasi di bidang air, sehingga masyarakat Surabaya dapat menikmati air bersih dengan harga terjangkau, tapi menguntungkan bagi investor.

"Investasi membangun jaringan pipa, membangun otomatisasi, meterisasi. Ini pintu masuk kita memperbesar nilai ekonomi Kota Surabaya," ujarnya.

Mujiaman memberikan contoh kecil, di mana luas kantor PDAM Surya Sembada Surabaya sekitar 1,8 hektar. Dia berharap ke depan luas kantor PDAM itu dapat digunakan sebagai co-working space.

"Jadi ke depan. Pertama pintu pelayanan masih terbuka. Kedua kue ekonomi harus kita tingkatkan volumenya. Kita sebagai pemimpin, memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasanya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.