Kamis, 18 Jun 2026 04:58 WIB

Mengenal Aplikasi Jaksa Menjaga Desa Sejahtera Milik Kejari Kota Batu

Sosialisasikan Aplikasi Jaksa Menjaga Desa Sejahtera milik Kejari Kota Batu
Sosialisasikan Aplikasi Jaksa Menjaga Desa Sejahtera milik Kejari Kota Batu

jatimnow.com - Aplikasi 'Jaksa Menjaga Desa Sejahtera' resmi disosialisasikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batu, Supriyanto untuk memonitor dan memberikan pendampingan dalam penyaluran dan serapan dana desa (DD) berbasis digitalisasi.

Mantan Kejari Gorontalo itu berharap aplikasi ini bisa menjadi fungsi kontrol dalam rangka mengawal penyaluran dan pemanfaatan DD yang ada di Kota Batu.

Baca Juga: Foto: Travoy Permudah Pengguna Jalan Tol

Supriyanto meyakini bila semua kegiatan tepat waktu, mutu, administrasi dan tidak ada permasalahan hukum program bisa berjalan lancar dan maksimal.

"Dengan sosialisasi ini diharapkan DD bisa digunakan secara maksimal tanpa adanya penyimpangan atau kebocoran demi optimalisasi pembangunan," terang Supriyanto di depan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko serta 19 kepala desa.

Aplikasi Jaga Desa sebagai cara menjaga, mengamankan penggunaan dana desa bisa digunakan tepat waktu, tepat sasaran dan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, ini merupakan aplikasi program hasil kerjasama Kejaksaan Agung RI dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk mengawal penyaluran dan pemanfaatan dana desa.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Jadi ini dalam rangka mewujudkan zona berintegritas serta mewujudkan transparansi pengelolaan dana desa melalui aplikasi," tambahnya.

Harapannya aplikasi bisa memberikan manfaat dalam mendukung kerja kejaksaan dan pemerintah serta membantu fungsi kontrol.

"Manfaat lainnya bisa menciptakan rasa aman dan kenyamanan kepala desa, perangkat desa sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaannya," tuturnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Menanggapi itu, Wali Kota Dewanti berharap program bisa terlaksana dengan baik agar tidak ada masalah kemudian hari serta memaksimalkan pembangunan. Karena dari seluruh desa hanya ada 8 desa yang menjalankan programnya mencapai 80 persen.

"Jadi tidak sampai 50 persen desa di Kota Batu yang bisa memaksimalkan DD. Sisa waktu 2 bulan ini saya berharap desa bisa menjalankan kegiatan yang bisa menumbuhkan ekonomi rakyat," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.