Senin, 15 Jun 2026 05:27 WIB

Pandemi Covid-19

Dua Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Uji Coba Dibuka Hari Ini

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 12 Okt 2020 10:38 WIB
Gunung Welirang-Arjuno (foto dokumen)
Gunung Welirang-Arjuno (foto dokumen)

jatimnow.com - Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang via Kabupaten Pasuruan hari ini dibuka kembali pasca penutupan akibat Pandemi Covid-19, Senin (12/10/2020).

Di Kabupaten Pasuruan, terhitung ada 2 pos perizinan pendakian. Pertama di pos pendakian Tretes, Kecamatan Prigen dan kedua di pos pendakian Tambakwatu, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Lagi, Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Cangar

"Terhitung mulai hari ini uji coba pembukaan jalur pendakian Arjuno-Welirang di dua pos pendakian Kabupaten Pasuruan," jelas Kepala UPT Tahura R Soerjo, Ahmad Wahyudi.

Dalam masa uji coba ini, masyarakat yang ingin mendaki diwajibkan mendaftar via online di website Tahura R Soerjo.

"Untuk pendaftaran wajib online," ujar dia.

Masa uji coba ini akan berlangsung sampai Minggu 18 Oktober 2020. Sebab, puncak keramaian pengunjung yang mendaki, diprediksi terjadi saat akhir pekan.

Para pengunjung diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari satu orang satu tenda, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Baca Juga: Semeru Awas! Pendakian Ditutup, Jalur Malang-Lumajang Dialihkan

"Itu kita wajibkan dan akan kita periksa di pos perizinan. Andaikan tidak memenuhi syarat ya tidak kita izinkan naik," tegasnya.

Yudi sapaan akrab Kepala UPT Tahura R Soerjo, mengatakan jika dua pos pendakian Gunung Arjuno Welirang via Kabupaten Pasuruan punya kelebihan tertentu dibanding dengan pos pendakian di daerah lain.

Pendakian Gunung Arjuno Welirang via pos Tretes punya akses yang mudah dan indah, serta banyak ditemukan sumber air.

Baca Juga: Pertama Kalinya! Mahasiswa UNAIR Kibarkan Bendera di Arjuno untuk Rayakan HUT RI

"Kalau pos Tretes itu aksesnya lebih mudah dari Surabaya, dari mana-mana lebih mudah. Karena posnya berada di pinggir jalan, transportasinya lebih mudah. Lebih jelas, airnya lebih banyak, cuman lebih jauh sampai ke puncak, karena jalannya melingkar," paparnya.

Sedangkan untuk para pendaki yang akan menempuh dari pos pendakian Tambakwatu, akan disuguhi banyak situs sejarah.

"Kalau di Purwodadi situs sejarahnya lebih banyak. Jadi kalau lewat situ, tidak sekedar mendaki. Ada juga religinya disana. Airnya juga lebih banyak. Kalau ada air kan bebannya dari bawah tidak banyak," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.