Kamis, 18 Jun 2026 06:56 WIB

Demo Omnibus Law di Jatim: 634 Orang Diamankan, 14 Jadi Tersangka

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Jumat, 09 Okt 2020 18:53 WIB
Orang tua yang datang ke Polda Jatim
Orang tua yang datang ke Polda Jatim

jatimnow.com - Sebanyak 634 orang diamankan saat aksi massa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Surabaya dan Malang yang berujung ricuh.

Dari total 634 itu, 14 orang ditetapkan sebagai tersangka dan sisanya dipulangkan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Total semua yang diamankan, Surabaya dan Malang ada sebanyak 634 orang. Rinciannya 505 orang diamankan dari aksi di Surabaya, sementara 129 orang dalam aksi di Malang," sebut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (9/10/2020).

"Dari semua yang kita amankan itu, 14 orang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara sisanya dilakukan pengembalian kepada pihak orang tua," tambahnya.

Trunoyudo menjelaskan, ditetapkannya 14 orang sebagai tersangka itu lantaran terbukti melakukan pengerusakan secara bersama-sama atau pasal 170. Namun, ia enggan mengungkapkan latar belakang dari mereka yang ditetapkan menjadi tersangka.

Pihaknya hanya melihat yang bersangkutan melakukan pengerusakan terhadap fasilitas umum dan telah memenuhi alat bukti.

"Latar belakangnya kita tidak melihat dari status sosialnya, tetapi lebih pada esensi cukup bukti bahwasannya yang bersangkutan merupakan pelaku pengerusakan," jelasnya.

"Nanti akan dilakukan penyidikan terhadap para tersangka secara prosesural dan profesional," pungkas alumnus Akpol 1995 tersebut.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Sementara itu, para orang tua demonstran yang kebanyakan merupakan pelajar berdatangan di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim sejak Jumat (9/10/2020) pagi. Mereka hendak menjemput anak-anaknya. Begitu juga di Mapolrestabes Surabaya.

Aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Surabaya dan Malang pada Kamis (8/10/2020) kemarin berujung ricuh. Di Surabaya, kericuhan terjadi di jalan depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Ribuan orang peserta aksi yang kebanyakan pelajar dan mahasiswa menjebol pagar Grahadi hingga kemudian petugas memukul mundur massa dengan semprotan air dan gas air mata.

Peserta semburat dan dikejar hingga ke Jalan Tunjungan, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pemuda, dan jalan sekitar Hotel Inna Simpang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Saat kejar-kejaran itulah banyak fasilitas umum yang dirusak oleh massa. Alat pembatas jalan atau barrier dibakar. Pos polisi di depan Tunjungan Plaza juga dibakar. Satu unit mobil polisi dirusak.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.