Selasa, 16 Jun 2026 01:05 WIB

Demo Tolak Omnibus Law Juga Digelar Mahasiswa di Ponorogo

Mahasiswa di Ponorogo juga demo tolak Omnibus Law
Mahasiswa di Ponorogo juga demo tolak Omnibus Law

jatimnow.com - Demo menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang disahkan oleh DPR RI juga terjadi di Ponorogo, Kamis (8/10/2020). Aksi di depan gedung DPRD setempat berjalan damai.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu berorasi dan menggelar aksi teatrikal Salat Jenazah di depan Gedung DPRD Ponorogo. Namun mahasiswa sempat adu dorong dengan petugas.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"UU Cipta Kerja menyengsarakan rakyat miskin," ujar Ketua Pimpinan Cabang (PC) PMII Ponorogo, Kharis Albastomy.

Kharis menjelaskan bahwa UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI berpotensi menyengsarakan rakyat, tidak berpihak pada buruh dan justru berpotensi melanggengkan investor asing dalam mengeruk kekayaan Indonesia.

"Yang katanya penyerdanaan usaha ini sebenarnya memberikan kebebasan pada korporasi, termasuk dalam membuka lahan seluas-luasnya," jelasnya.

Mahasiswa di Ponorogo juga demo tolak Omnibus LawMahasiswa di Ponorogo juga demo tolak Omnibus Law

Dia menjelaskan jika mahasiswa mendesak anggota DPRD Ponorogo untuk menyampaikan aspirasi mereka ke pusat. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dapat dicabut.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Kharis menyebut, PMII juga tegas mendorong segala upaya mengarah pada judicial review UU tersebut. Lantaran Ketua DPRD Sunarto tidak ada, Kharis berjanji mendatangkan massa yang lebih besar.

"PMII tegas menolak disahkannya UU Cipta Kerja, karena hanya oligarki yang diuntungkan," tambah dia.

Setelah PMII, giliran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ponorogo yang berunjuk rasa disusul Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang berorasi di depan gedung DPRD Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara Plt Sekretaris DPRD Ponorogo, Harjono yang menemui para mahasiswa mengatakan bahwa tidak ada anggota dewan di tempat.

"Saat ini anggota DPRD tidak ada di tempat karena sedang melakukan kunjungan kerja," terang Harjono.

Di sisi lain, Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis mengaku menurunkan 400 anggota untuk menjaga jalannya demonstrasi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.