Sabtu, 20 Jun 2026 18:09 WIB

Warga yang Ngamuk Tolak Pemakaman Pasien di Probolinggo Bakal Dilacak

Koordinator Satgas Pengamanan dan Penegakan Hukum Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto
Koordinator Satgas Pengamanan dan Penegakan Hukum Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto

jatimnow.com - Warga Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran akan dilakukan tracing oleh Tim Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Probolinggo.

Itu dilakukan setelah diketahui jika M (70), pasien yang meninggal pada Minggu (4/10) dini hari terkonfirmasi Covid-19.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Baca juga: Warga Probolinggo Ngamuk Tolak Pemakaman Pasien dengan Protap Covid-19

Koordinator Satgas Pengamanan dan Penegakan Hukum Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan hasil swab dari almarhum pasien atas nama M diketahui terkonfirmasi pada Selasa (6/10).

"Pasien meninggal terkonfirmasi Covid-19 setelah hasil swab keluar. Sebelumnya M dinyatakan meninggal dunia di RSUD dan hasil rapid tes dinyatakan reaktif," katanya, Rabu (7/10/2020).

Saat dimakamkan, hasil swab pasien belum keluar. Warga dan keluarganya diketahui menolak saat jenazah hendak dimakamkan menggunakan protokol kesehatan.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Justru warga membongkar peti jenazah dan mengambil jenazahnya saat di rumah duka," ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran Virus Corona, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo akan melakukan tracing massal.

"Besok Kamis (8/10), tracing massal akan dilakukan di Kantor Desa Gunggungan Lor sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan Tim Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Probolinggo hari ini," tandasnya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Sebelumnya, sebuah video berisi proses pemakaman jenazah seorang pasien dengan protap Covid-19 di Probolinggo ditolak warga viral di media sosial. Warga mengamuk saat petugas hendak melakukan pemakaman.

Dari video yang dilihat jatimnow.com, warga mengambil paksa peti berisi jenazah yang dibawa petugas berpakaian APD lengkap dari sebuah mobil ambulance.

Warga beramai-ramai membawa peti berisi jenazah pasien itu ke dalam sebuah ruangan seperti musala atau masjid. Kemudian mereka membuka peti dan membuang serta merusak peti tersebut.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.