Selasa, 16 Jun 2026 13:46 WIB

Perjuangan Indri Hidupi Tiga Anak dan Rawat Ayahnya yang Sakit

Indri saat menjual kerupuk nasi keliling di Probolinggo
Indri saat menjual kerupuk nasi keliling di Probolinggo

jatimnow.com - Tidak ada kata lelah dan menyerah bagi Indri Dyah Pangestuningtyas (43), warga Rusunawa Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo ini.

Demi hidupi anaknya dan membeli obat untuk orangtuanya, Indri yang menjadi tulang punggung keluarga itu menjual kerupuk nasi keliling. Usaha mandiri itu dijalankan Indri 10 tahunan.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Menurut Indri, dia harus bekerja sendiri untuk mencukupi nafkah hidupnya beserta keluarganya setelah ditinggal suaminya meninggal dunia sejak anak-anaknya masih kecil.

"Suami saya meninggal dunia sejak Tahun 2007. Dari tahun itulah saya berusaha sendiri. Sebelum berjualan kerupuk saya juga pernah berjualan minyak oles," ungkap Indri, Senin (5/10/2020).

Indri mengaku, jualan kerupuk nasi keliling sudah dimulainya sejak Tahun 2010. Dia berdagang menggunakan sepeda angin setiap hari.

Indri saat menjual kerupuk nasi keliling di ProbolinggoIndri saat menjual kerupuk nasi keliling di Probolinggo

"Saya jual kerupuk nasi ini ke perkantoran pemerintah. Karena pegawai tidak harus keluar kantor untuk mencari camilan. Jadi saya setiap hari menawarkan ke kantor-kantor pemerintahan," ujarnya.

Ibu tig anak ini menambahkan, kerupuk nasi yang dijualnya itu tidak dibuatnya sendiri, melainkan kulakan. Dia hanya mengambil keuntungan dari hasil penjualan.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Yang produksi itu temen saya. Saya sistemnya membeli dengan harga lebih murah," jelas Indri.

Untuk satu renteng kerupuk nasi yang dijual, Indri mematok harga Rp 20 ribu. Dalam satu rentengnya dia mendapat keuntungan sebesar Rp 2 ribu.

"Sehari saya bisa mendapatkan keuntungan Rp 50 sampai 60 ribu," bebernya.

Indri menyebut, hasil keuntungan itu dipakai untuk membayar biaya pendidikan anaknya serta membeli obat untuk orangtuanya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Ayah saya saat ini sakit stroke. Saya harus mencari uang untuk pengobatannya," tegasnya.

Namun selama Pandemi Covid-19 seperti saat ini, Indri mengaku penjualan krupuknya relatif menurun. Apalagi banyak perkantoran yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Sebelum ada Corona, saya bisa mendapatkan keuntungan rata-rata Rp 70 sampai 80 ribu dalam sehari," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.