Jumat, 12 Jun 2026 10:38 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Hanya 7 Jam Bannernya Dicopot, Machfud Arifin: Ini Ketidakadilan

Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2, Machfud Arifin
Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2, Machfud Arifin

jatimnow.com - Alat peraga kampanye (APK) berupa banner milik Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (MAJU) yang dipasang hanya sekitar 7 jam di Jalan Wijaya Kusuma, Surabaya yang ditertibkan Satpol PP.

Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2 Machfud Arifin akhirnya buka suara terkait pencopotan APK-nya tersebut. Menurutnya, pencopotan yang dilakukan Satpol PP itu menunjukkan ketidakadilan yang terlaksana secara terstruktur dan sistematis.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Ini ada suatu kecenderungan dari aparat atau pemerintah kota ini yang di dalamnya itu mungkin Satpol PP dapat instruksi atau apa saya nggak tau. Tapi menurut saya ini sudah secara terstruktur dan sistematis dilakukan kecurangan oleh pihak pemerintah kota," ujar Machfud Arifin di Hotel Mercure Minggu (4/10/2020) sore.

Baca juga:  

Machfud Arifin mempertanyakan kenapa pencopotan hanya dilakukan terhadap APK milinya dan tidak dilakukan terhadap APK berupa baliho milik Paslon Nomor Urut 1 Eri Cahyadi-Armudji (Erji) yang bahkan sudah terpasang sekitar 7 hari di pedestrian dekat Jembatan Jalan Yos Sudarso.

"Patut dipertanyakan. Kita tahu gelaran APK yang dari pihak sebelah di mana-mana, masif sekali di pinggir jalan protokol tidak diapa-apain. Tim saya baru masang yang kecil-kecil tetapi hilang. Malam dipasang pagi tadi sudah hilang," tegasnya.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Machfud Arifin meminta kepada tim pemenangannya baik dari 10 partai pengusungnya maupun pendukungnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Bawaslu Surabaya.

"Tim saya nanti akan melakukan upaya mempertanyakan ini apakah itu dilakukan atas perintah atau atas maunya pejabat yang punya tanggungjawab itu. Kita juga akan pertanyaan kepada Bawaslu," jelasnya.

"Saya melihat ini dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Dilakukan ketidakadilan termasuk ada keberpihakan. Mosok (masak) 10 partai pendukung diam-diam saja calonnya dilakukan ketidakadilan. Saya tidak akan mau curang, tapi saya tidak mau dicurangi. Itu saja awal komitmen saya," tegas mantan Kapolda Jatim ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selain itu, Machfud Arifin juga mendapatkan laporan adanya petugas sebanyak dua truk yang melakukan pemantauan di kantor pemenangannya.

"Itu ngapain? Apakah ini mau show of force? Kalau ada nanti saya yang menghadapi lain ceritanya. Apakah ini bisa dikatakan politik tidak sehat yang di terapkan? Kalau saya sehat-sehat saja lah, lain lagi kalau yang lain. Bisa ditanyakan ke yang lain itu," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.