Rabu, 17 Jun 2026 13:27 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Satpol PP Tebang Pilih Tertibkan APK: ASN Pemkot Harus Berani Melawan

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Minggu, 04 Okt 2020 18:09 WIB
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Abdul Malik meminta aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai Pemkot Surabaya harus berani melawan ketidakbenaran dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.

Malik juga meminta semua ASN di Pemkot Surabaya netral dalam menjalankan tugasnya dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Saya yakin para ASN dan pegawai Pemkot Surabaya orangnya cerdas, pandai, loyal pada Kota Surabaya. Sehingga bisa membawa nama harum Surabaya ke kancah nasional maupun internasional. Tidak mungkin Risma seorang diri menjadi wali kota bisa membawa nama harum Surabaya tanpa disupport ASN dan pegawai pemkot lainnya," ujar Malik, Minggu (4/10/2020).

Menurut Malik, dalam Pilwali Surabaya 2020, saatnya ASN dan pegawai Pemkot Surabaya bertindak cerdas, berani menjalankan tugasnya dengan baik, netral dan tidak tebang pilih dan berlaku adil.

"Jangan sampai ASN dalam menjalankan tugasnya terbawa arus Wali Kota Risma, yang juga pengurus partai politik dan punya kepentingan di Pilwali Surabaya 2020 ini. ASN harus menjalankan netralitas, independensi dan jangan mau dimanfaatkan untuk kepentingan politik," ungkapnya.

Baca juga:  

"Saya tegaskan lagi, ASN dan pegawai Pemkot Surabaya jangan lagi takut sama Risma. Wali Kota Risma sudah tidak bisa mencopot pegawai, memutasi pegawai hingga masa baktinya berakhir di Februari 2021. Jalankan tugasmu dengan baik, sesuai aturan kepegawaian yang berlaku, sesuai sumpah ASN," tambah Malik.

Malik mencontohkan dari hal kecil seperti penertiban alat peraga kampanye (APK) pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota, di mana Satpol PP Surabaya diduga tebang pilih dan tidak netral.

Faktanya, Satpol PP langsung menertibkan APK berupa banner dari Paslon Nomor Urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (MAJU), yang baru dipasang sekitar 7 jam di Jalan Wijaya Kusuma.

Di sisi lain, APK Paslon Nomor 1 Eri Cahyadi-Armudji (Erji) yang menyertakan gambar Risma di dekat jembatan Jalan Yos Sudarso yang sudah terpasang lebih dari 7 hari, hingga pukul 12.24 Wib, Minggu (4/10/2020) belum ditertibkan.

Padahal bila dilihat, baliho Erji itu dipasang di pedestrian diikat di tiang listrik dan menutup jalur jalur pejalan kaki.

"Sangat goblok sekali kalau ASN ikut tidak netral. Yang tidak netral itu ASN yang gila jabatan, pangkat dan kedudukan. Mereka tidak paham bahwa mereka dibayar uang rakyat. Bukan uangnya wali kota. Bukan uangnya calon wali kota atau uang pendukungnya calon wali kota," tegas Malik.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Malik yang juga Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Timur ini menyebut bahwa jabatan wali kota ada batas waktunya. Kalau ASN dan pegawai pemkot sampai tidak berani melawan ketidakbenaran, maka sangat naif, tidak bermoral dan tidak berilmu.

"ASN tidak bisa dihentikan, paling kedudukannya digeser. ASN yang netral itulah ASN abdi negara sungguhan. ASN yang berani mengatakan benar kalau benar dan salah kalau salah. Yang tidak berani mengatakan kebenaran dan melawan kesalahan atasannya (termasuk wali kota), itu namanya tidak netral dan menyalahgunakan sumpahnya," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengaku telah melakukan penertiban banner Paslon Machfud Arifin-Mujiaman di Jalan Wijaya Kusuma bersama Bawaslu pada Minggu (4/10/2020) pagi.

"Itu dari Bawaslu bersama Satpol PP. (Penertibannya) pagi kalau tidak salah. Kemudian dilanjutkan rapat di Bawaslu," jawab Eddy saat dikonfirmasi jatimnow.com, Minggu (4/10/2020) siang.

Eddy menambahkan, Satpol PP bergerak melakukan penertiban berdasarkan permintaan dari Bawaslu Surabaya.

"Kalau Bawaslu minta, walupun secara lisan, saya tindaklanjuti. Kita dimintai Bawaslu untuk membantu, karena personil Bawaslu sedikit. Minimal secara lisan, sudah saya anggap dimintai bantuan," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Namun, pernyataan Eddy dibantah Ketua Bawaslu Kota Surabaya M Agil Akbar. Dia mengaku belum meminta bantuan Satpol PP agar melakukan penertiban secara serentak. Termasuk penertiban APK di Jalan Wijaya Kusuma.

Lantas mengapa baliho Eri-Armudji yang terpasang di dekat Jembatan Yos Sudarso belum ditertibkan oleh Satpol PP?

"Saya nggak tahu," jawab Eddy.

Selain mengaku belum ada permintaan dari Bawaslu Surabaya untuk menertibkan baliho di dekat Jembatan Jalan Yos Sudarso itu, Eddy juga mengakui jarang melintas di kawasan tersebut.

"Saya jarang lewat sana. Rumah saya di Surabaya utara. Nanti saya cek," kilahnya.

Bawaslu Surabaya baru akan menggelar operasi penertiban APK semua pasangan calon, secara serentak pada Selasa (6/10/2020).

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.