Senin, 15 Jun 2026 11:06 WIB

Pilihan Pembaca: Mengenal Manusia Penumpuk Batu hingga Setubuhi Pacar

  • Penulis :
  • | Sabtu, 03 Okt 2020 09:26 WIB
Gus Jakfar, menusia penumpuk batu di Banyuwangi
Gus Jakfar, menusia penumpuk batu di Banyuwangi

jatimnow.com - Tiga berita mnejadi pilihan pembaca pada Jumat (2/10/2020). Ketiga berita itu adalah mengenal Gus Jakfar seorang penumpuk batu di Banyuwangi, penjelasan Cawali Teno serta setubuhi pacar hingga hamil.

Redaksi merangkum ketiga berita itu:

Baca Juga: Kolaborasi Unisla, Arema Lolos Lisensi AFC, Tim Raimas Kalam Munyeng

Mengenal Gus Jakfar, Manusia Penumpuk Batu di Banyuwangi

Meski tanpa alat perekat, Jakfar Ali berhasil menata bebatuan yang diletakkan di tepi Jalan Raya Tegaldelimo, Banyuwangi. Pria yang akrab dipanggil Gus Jakfar itu membutuhkan waktu sekitar 7 bulan untuk menata batu-batu tersebut.

Gus Jakfar mengaku, sebelum ditata bertingkat, dia memilih batu yang utuh dan tidak pecah. Juga harus halus dan bersih dari tanah. Kemudian ia mulai menata batu minimal 7 batu.

Sebut Trisila dan Ekasila saat Pidato, Ini Penjelasan Cawali Teno

Video berisi penggalan isi pidato Calon Wali Kota (Cawali) Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo (Teno) dengan menyebut istilah trisila hingga ekasila dalam Pancasila beredar luas.

Baca Juga: Hidupkan Bandara, PMI Terkurung dalam Peti Es, Disorientasi Seksual

Pidato Cawali Teno itu disebut-sebut terjadi pada deklarasi damai yang digelar KPU Kota Pasuruan di Hotel Horison pada 26 September 2020.

"Jika kita peras Pancasila, muncullah ekasila, yang didapatkan dari trisila, yaitu dari sosio nasionalis, sosio demokratis, ketuhanan yang berkebudayaan. Dan jika kita peras lagi, kita kristalisasi lagi, hanya ada satu kata, untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih maju dan sejahtera adalah dengan cara bergotongroyong," isi video penggalan pidato Teno seperti dilihat jatimnow.com, Jumat (2/10/2020).

Setubuhi Pacar hingga Hamil Lalu Keguguran, Eh Diulangi Lagi

Baca Juga: Prajurit Tewas, DPRD Jatim Desak Penguatan Perda, Mbak Vinanda Sidak

Seorang mahasiswa berinisial HI (18), diamankan Satreskrim Polres Pacitan setelah dilaporkan orangtua pacarnya. Mahasiswa itu terbukti menyetubuhi pacarnya yang masih berusia 15 tahun tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Juwair mengatakan, kasus itu terungkap saat pondok pesantren (ponpes) tempat korban belajar melakukan uji test pack kehamilan pada 26 Juli 2020.

"Hasil tes didapati korban hamil," ungkap Juwair, Jumat (2/10/2020).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.